Analisis Dasar Kualifikasi Perbuatan Melanggar Hukum dalam Sengketa Pembatalan Polis Asuransi Jiwa secara Sepihak

Studi Putusan Nomor 5871 K/Pdt/2024

Authors

  • Salsabila Jasmine Briliana Putri Universitas Sebelas Maret
  • Arief Suryono Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.62383/federalisme.v3i1.1561

Keywords:

Article 1339, Life Insurance, Naturalia Element, Policy Cancellation, Unlawful Act

Abstract

The purpose of this study is to analyze the legal basis for the qualification of unlawful acts in disputes concerning the unilateral cancellation of life insurance policies by the insurer as reflected in Decision Number 5871 K/Pdt/2024. This research is a normative legal study with a prescriptive nature, employing both case and statutory approaches. The legal materials used in this study consist of primary and secondary legal materials which are analyzed qualitatively using the syllogistic method with deductive reasoning. The results of the study indicate that the qualification of an unlawful act in the a quo decision is based on a systematic interpretation of Article 1338 of the Indonesian Civil Code, which is understood in relation to the binding source of agreements under Article 1339 of the Indonesian Civil Code. Furthermore, the existence of naturalia elements also emphasizes the presence of legal obligations inherent in an agreement even though they are not explicitly stated therein. In life insurance, the obligation to pay claims after the insured risk has occurred constitutes a normative consequence inherent in the policy; therefore, the unilateral cancellation of a life insurance policy fulfills the elements of an unlawful act as stipulated in Article 1365 of the Indonesian Civil Code.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelia, M., Arsyadona, Tafana, A., Marwah, S., & Andika, B. (2024). Menimbang efektivitas asuransi sebagai instrumen perlindungan finansial: Apakah risiko dan manfaat seimbang? Jurnal Akademik Ekonomi Dan Manajemen, 1(4), 394–405.

Alfian, M. F., Azwandi, A. Y., & Kurniati. (2025). Falsafah dan hikmah asuransi: Perspektif filosofis dan etis dalam perlindungan risiko. Al-Istinbath: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum.

Apriani, T. (2021). Konsep ganti rugi dalam perbuatan melawan hukum dan wanprestasi serta sistem pengaturannya dalam KUH Perdata. Jurnal Ganec Swara, 15(1), 929. https://doi.org/10.35327/gara.v15i1.193

Firmansyah, F. (2021). Perlindungan hukum terhadap kreditur selaku pengambil alih kredit pada kreditur. Jurnal Cakrawala Hukum, 12(2), 178–186. https://doi.org/10.26905/idjch.v12i2.5812

Fuady, M. (2017). Perbuatan melawan hukum: Pendekatan kontemporer. PT. Citra Aditya Bakti.

Ikromi, Y. (2024). Analisis perlindungan hukum terhadap pihak yang dirugikan akibat perbuatan melawan hukum dalam perjanjian. Al-Dalil: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Hukum, 2(2), 78–85. https://doi.org/10.58707/aldalil.v2i2.771

Indah, S. (2020). Perbuatan melawan hukum (PMH) dalam hukum pidana dan hukum perdata. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 11(1), 58. https://doi.org/10.35968/jh.v11i1.651

Isnaeni, M. (2016). Pengantar hukum jaminan kebendaan. PT. Revka Petra Media.

Iwanti, N. A. M., & Taun. (2022). Akibat hukum wanprestasi serta upaya hukum wanprestasi berdasarkan undang-undang yang berlaku. Jurnal Ilmu Hukum "THE JURIS," VI(2), 346–351.

Januar, I., Siringoringo, P., & Saragih, R. (2023). Daya ikat norma diluar perjanjian ke dalam perjanjian dan akibat hukumnya. Honeste Vivere Journal, 33(1), 49–55. https://doi.org/10.55809/hv.v33i1.185

Kustanto, A., & Prakoso, A. P. (2021). Polis sebagai kekuatan hukum dalam asuransi. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum QISTIE, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.31942/jqi.v14i1.4489

Mayendra, M. C., Sukinta, & Utama, K. W. (2024). Tinjauan tentang kewenangan Mahkamah Agung dalam pemeriksaan kasasi perkara pidana pada sistem peradilan Indonesia. Diponegoro Law Jurnal, 13, 672. https://doi.org/10.14710/dlj.2024.45488

Nengsih, E. Y., Fithroh, M., Anfal, S., Hakiki, R., & Saputra, B. A. (2025). Hukum perikatan: Macam-macam perikatan. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 193–206.

Nurhayati, B. R. (2019). Penyalahgunaan keadaan sebagai dasar pembatalan perjanjian. Jurnal Komunikasi Hukum, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.23887/jkh.v5i1.16752

Nuzan, N. D., Situmorang, F. N., & Geraldi, K. D. (2024). Menelaah lebih dalam perbedaan perbuatan melawan hukum dan wanprestasi. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 865.

Satrio, J. (2001). Hukum perikatan: Perikatan yang lahir dari undang-undang. PT. Citra Aditya Bakti.

Sinaga, N. A. (2019). Implementasi hak dan kewajiban para pihak dalam hukum perjanjian. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 10(1–20).

Waluyo, B. (2022). Kajian terhadap perbuatan melawan hukum berdasarkan pada pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Cakrawala Hukum, 24(1), 16–21. https://doi.org/10.51921/chk.v24i1.186

Winarso, C., Juniyanto, D., & Paradis, S. B. (2025). Asuransi jiwa. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(2), 504–513.

Wuhanbino, G., Tehupeiory, A., & Nadapdap, B. (2024). Akibat hukum penunjukan penerima manfaat berdasarkan klausul dalam asuransi perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Journal Syntax Idea, 6(5), 2252–2271. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i5.3304

Zahriyah, Y. (2022). Analisis putusan di lingkungan pengadilan agama (antara judex facti dan judex juris). Jurnal Pro Hukum, 11(2), 267–281.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Salsabila Jasmine Briliana Putri, & Arief Suryono. (2026). Analisis Dasar Kualifikasi Perbuatan Melanggar Hukum dalam Sengketa Pembatalan Polis Asuransi Jiwa secara Sepihak : Studi Putusan Nomor 5871 K/Pdt/2024. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 3(1), 92–108. https://doi.org/10.62383/federalisme.v3i1.1561

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.