Dasar Wajib Patuh pada Undang-Undang Perkawinan

Authors

  • Niken Retno Wulandari Univesitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1227

Keywords:

Islamic Law, Legal obedience, Marriage Law, Pancasila, Social engineering

Abstract

This study discusses the basis of Indonesian society’s obligation to comply with the Marriage Law (UUP) as a manifestation of obedience to both state law and religious teachings. The study arises from the reality that, despite the UUP and the Compilation of Islamic Law (KHI) serving as the legal foundation for marriage in Indonesia, many still violate its provisions, such as through unregistered (siri) marriages. Using a normative juridical approach and qualitative descriptive analysis, this research examines the juridical, philosophical, and sociological foundations of legal obedience to the UUP and its implications for family and social life. The findings show that juridically, obedience to the UUP is grounded in the principle of legality and state sovereignty; philosophically, it reflects the values of Divinity and Humanity embodied in Pancasila; and sociologically, it functions as social engineering to protect women and children while ensuring social order. Compliance with the UUP therefore holds not only legal but also moral and spiritual significance, serving as a means to achieve harmonious families, social order, and a just nation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Austin, J. (1954). The province of jurisprudence determined. Weidenfeld and Nicolson.

Ehrlich, E. (2001). Fundamental principles of the sociology of law (W. L. Moll, Trans.). Transaction Publishers.

Hazairin. (1974). Hukum Kekeluargaan Nasional. Tintamas.

Katjasungkana, N. (2018). Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga Indonesia di Bawah Shadow of CEDAW. Indonesian Center for Women in Law.

Kelsen, H. (1961). General theory of law and state (A. Wedberg, Trans.). Russell & Russell.

Khoiruddin Nasution. (2019). Dasar wajib mematuhi Undang-Undang Perkawinan (UUP): Studi pemikiran Muhammad 'Abduh. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 1(1). https://doi.org/10.37876/adhki.v1i1.8

Kompilasi Hukum Islam. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun, Pasal 5.

Kompilasi Hukum Islam. (2023). Wahana Islamika: Jurnal Studi KeIslaman, 0(2).

Mahfud MD, M. (2019). Pergulatan politik dan hukum di Indonesia. Genta Publishing.

Mulyana, K., & Elmiyah, N. (2019). Hukum Perkawinan Indonesia: Suatu perbandingan antara hukum Islam dan hukum positif. Refika Aditama.

Nursyahbani Katjasungkana. (2018). Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga Indonesia di Bawah Shadow of CEDAW. Indonesian Center for Women in Law.

Nur Rofiq, et al. (2023). Hukum keluarga Islam: Perspektif Maqāṣid Asy-Syarīah terhadap dasar wajib patuh pada Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Wahana Islamika: Jurnal Studi KeIslaman, 9(2). https://doi.org/10.61136/cbgbze13

Prawirohamidjojo, S. (1986). Pluralisme dalam perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Airlangga University Press.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang pengujian Undang-Undang Perkawinan terhadap UUD 1945, pertimbangan hukum.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.

Ramulyo, M. I. (1996). Hukum perkawinan Islam: Suatu analisis dari UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Bumi Aksara.

Redaksi Fokusmedia. (2010). Naskah komprehensif perubahan UUD 1945: Latar belakang, proses, dan hasil pembahasan, 1999-2002, Buku VII. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Satjipto Rahardjo. (2006). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.

Tim Redaksi Fokusmedia. (2010). Naskah komprehensif perubahan UUD 1945: Latar belakang, proses, dan hasil pembahasan, 1999-2002, Buku VII. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pembukaan, Alinea Keempat.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 1 Ayat (3).

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 2 Ayat (1).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Penjelasan Umum.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 42.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Pasal 1 Angka 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 1.

Downloads

Published

2025-11-18

How to Cite

Niken Retno Wulandari. (2025). Dasar Wajib Patuh pada Undang-Undang Perkawinan. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(4), 136–146. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1227

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.