Peran Madrasah Diniyyah dan Pesantren Sebagai Subjek Hukum dalam Pembangunan Nasional Berbasis Pancasila

Authors

  • Nabila Nurfianda Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Ahmad Muhammad Mustain Nasoha Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Azizah Nur Fadilah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Nabila Salsabila Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Radela Neva Kusuma Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i4.1213

Keywords:

Legal Subject, Madrasah Diniyah, National Development, Pancasila, Pesantren

Abstract

Madrasah diniyyah and pesantren in the Indonesian context have often been viewed as non-formal or religious educational institutions, rather than as active legal subjects in national development. However, regulatory transformations and contextual challenges have prompted the need for legal recognition of these institutions in order to align them with the ideals of Pancasila. This study aims to analyze the role of madrasah diniyyah and pesantren. The methods used are normative and comparative qualitative research with a review of legislation and case studies of madrasah diniyyah/pesantren. The findings show that although regulations (e.g., the Pesantren Law) have provided legal recognition, there are still structural obstacles in the form of differences in institutional status, administrative capacity, and interpretative conflicts of values. On the other hand, several pesantren have successfully reconstructed themselves as actors of local development through community empowerment programs. In conclusion, legal recognition needs to be strengthened through the formulation of complementary regulations, institutional capacity building, and synergy between the government and pesantren communities so that these institutions can become pillars of national development based on Pancasila.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, A. I., Hartana, H., & Iryani, D. (2024). Kepastian hukum bagi pesantren dalam pendirian badan usaha pesantren: Analisis Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 3(1), 43–106.

Ahmad, M. (2022). Harmonisasi antara hukum kewarganegaraan Indonesia dan prinsip-prinsip hukum Islam. LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(2), 112–124.

Anwar, S. (2016). Peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter bangsa. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 157–170.

Atqiya, A. N., Nasoha, A. M. M., Inddarto, M. D., & Sari, T. W. (2024). Kewarganegaraan dan sistem pendidikan: Pengaruh globalisasi terhadap kurikulum kewarganegaraan di sekolah Indonesia. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara, 2(4), 208–220.

Atqiya, A. N., Nasoha, A. M. M., Ramadhani, A. F., Masfufah, S. A. L., & Alhasitsa, S. H. (2024). Pancasila sebagai ideologi negara: Implementasi nilai-nilai dalam kehidupan nasional dan internasional. Jurnal Begawan Hukum, 2(2), 12–22.

Awaluddin, A. F., Ahmad, M., & Arfan, M. A. (2024). Penerapan pembelajaran kitab kuning berbasis digital dalam meningkatkan pemahaman keislaman mahasiswa PAI. EKSPOSE Journal, 23(2).

Azra, A. (2017). The role of Islam in the development of Indonesian democracy and civil society. Studia Islamika, 24(1).

Daulay, R. S., Siregar, M. P., & Panggabean, H. S. (2024). Inovasi pembelajaran kitab kuning di pesantren dalam penguatan literasi keagamaan. Jurnal Keislaman, 7(1).

Erfandi. (2020). Konstitusionalitas pesantren pasca disahkannya UU 18 Tahun 2019. Al Wasath: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 89–98.

Fajarudin, A. A., & Muttaqin, A. I. (2024). Pesantren dalam sistem pendidikan nasional: Analisis UU Pesantren 2019 terhadap pendidikan diniyyah formal dan pendidikan mu’adalah di Indonesia. Kitabaca: Journal of Islamic Studies, 1(2), 113–129.

Hadi, S. (2021). Eksistensi Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum dalam konstitusi Indonesia. Indonesian Journal of Law and Islamic Law (IJLIL), 3(2), 304–341.

Handayani, D. (2022). Pesantren, dinamika, dan tantangan global: Analisis UU Pesantren No. 18 Tahun 2019. eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 16(1).

Hefner, R. W. (2020). Indonesian Islam and the quest for social justice: Democracy, education, and development. Journal of Southeast Asian Studies, 51(1–2).

Hendri, S., Mujahidin, M., & Kurniawan, E. (2020). Integrasi pendidikan karakter dan nilai kebangsaan di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5(2), 123–135.

Hidayat, A. (2020). Perspektif Pancasila dalam harmonisasi hukum Islam dan hukum nasional. DIRASAH: Jurnal Kajian Islam, 3(1), 45–60.

Kurniawati, A., & Muafiah, E. (2023). Kesetaraan dan keadilan gender dalam lingkungan pesantren. Excelencia Journal of Islamic Education & Management, 3(1), 25–36. https://doi.org/10.21154/excelencia.v3i01.1478

Muhlas, A., Thohari, I., Adawiyah, S. R., Salsabila, S., & Nurhidayati, T. (2024). Innovative methods to learning kitab kuning at elementary school. Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 68–77. https://doi.org/10.38073/jpi.v14i2.1767

Muid, A., Masithoh, A. N., Mufarrihah, N. T., & Khoiroh, R. U. (2025). Politik kurikulum madrasah diniyah dan pondok pesantren. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam, 15(15), 36–50.

Mukaffa, Z. (2023). Implementasi nilai religius Pancasila dalam pendidikan pesantren. WALAGRI: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 101–115.

Muttaqin, A., Nurul, T., & Saiful, N. (2021). Legal status and challenges of Islamic education institutions in Indonesia: The implementation of UU No. 18/2019 on Pesantren. International Journal of Law, Government and Communication, 6(2).

Nasoha, A. M. M., Atqiya, A. N., Ifada, A. I., Syahputra, B. E., & Safira, M. Y. (2024). Hak kewarganegaraan dan kebijakan pemerintah: Evaluasi peraturan perundang-undangan di Indonesia. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(6), 1–10.

Nasoha, A. M. M., Atqiya, A. N., Nugroho, F. F., Immawati, D. N., & Utami, C. A. N. (2024). Peran komunikasi dalam membangun kesadaran hukum Islam bagi warga negara Muslim. Jurnal PK, 2(2).

Nasoha, A. M. M., Zamzami, Z., & Muarif, Y. Z. (2024). Management strategy for the development of pesantren's hidden curriculum in schools. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 9(1), 69–92.

Natranila, R., Nurhasikin, S., & Rozi, R. (2023). Strategi pondok pesantren dalam membentuk karakter santri berbasis pesantren. Deleted Journal, 3(1), 85–90. https://doi.org/10.55883/jipkis.v3i1.54

Nurhayati, S. (2021). Hak-hak kewarganegaraan dalam kerangka negara hukum: Kajian teoretis dan praktis di Indonesia. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 1(2), 134–145.

Raharja, S., Rifa’i, A. A., & Wulandari, F. (2023). Internalisasi moderasi beragama di Pondok Pesantren Tahfidzul Wa Ta’limul Qur’an Masjid Agung Surakarta menangkal radikalisme. Al-Mutharahah, 20(1), 160–172. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v20i1.748

Rahman, Y., Hidayat, A., & Sari, R. (2022). Pesantren dan pendidikan kebangsaan: Tantangan dan strategi internalisasi Pancasila. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 45–60.

Rizqullah, T. M., & Najicha, F. U. (2022). Pengimplementasian ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2630–2633.

Sari, N. Y., Nuraini, N. S., Zubaidah, N. Z., & Suraiya, N. S. (2025). Revitalisasi kitab kuning dalam kurikulum pesantren melalui literasi media dan informasi di era globalisasi. Khatulistiwa Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(1), 475–485. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i1.6078

Sarkawi, & Sazali, H. (2024). Strategi komunikasi pondok pesantren dalam menyosialisasikan moderasi beragama: Persepsi masyarakat Aceh Singkil terhadap upaya deradikalisasi. RESLAJ, 6, 5867–5878. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i10.2

Shobirin, M., & Ramadan, M. V. (2025). Pembelajaran integrasi kurikulum nasional dengan kurikulum pondok pesantren di MA Walisongo Situbondo. Majemuk Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(September), 77–92.

Sumadi, E., Nisa, F. F., Nufus, I., Fahruddin, F. A. Y., & Bahruddin, B. (2023). Pendidikan pesantren dan moderasi beragama. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 249–275. https://doi.org/10.21274/taalum.2022.10.2.249-275

Suyadi. (2021). Pancasila sebagai sistem etika, etika kehidupan berbangsa, dan perlunya Pancasila sebagai sistem etika. Jembatan Hukum, 8(1), 50–65.

Yahya, S. (2023). Telaah kebijakan Undang-Undang Pesantren melalui pendekatan multidisipliner. Jurnal on Education, 6(1), 8205–8212.

Zaini, A. (2021). UU Pesantren No. 18 Tahun 2019: Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tiban. Jurnal Tadris, 15(2).

Downloads

Published

2025-11-14

How to Cite

Nabila Nurfianda, Ahmad Muhammad Mustain Nasoha, Azizah Nur Fadilah, Nabila Salsabila, & Radela Neva Kusuma. (2025). Peran Madrasah Diniyyah dan Pesantren Sebagai Subjek Hukum dalam Pembangunan Nasional Berbasis Pancasila. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 41–53. https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i4.1213

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.