Efektivitas Pelaksanaan Tugas Balai Harta Peninggalan dalam Pengurusan Harta Peninggalan Berdasarkan KUHPerdata

Authors

  • Jeremia Manalu Program Studi Ilmu Hukum, Universitas HKBP Nommensen
  • Besty Habeahan Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i4.1221

Keywords:

Choosing Decision, Circumcision Clinic, Location, Price, Promotion

Abstract

The Heritage Center (BHP) is a government institution under the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia that has a strategic role in civil law, especially related to the management of heritage property. Rooted in colonial regulations and regulated in the Civil Code, BHP is authorized to represent and protect the legal interests of individuals whose whereabouts are unknown, immature, or legally incompetent. This study aims to analyze the implementation of BHP's duties in managing heritage assets based on the provisions of the Civil Code and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. The method used is normative legal research with a legislative approach and literature study. The results of the study show that BHP's position is as a subject of public law that carries out private legal functions. BHP's authority includes the management of unmanaged legacies, acting as a guardian or guardian, and acting as a curator in bankruptcy cases. Despite having a strong legal basis, the effectiveness of the implementation of BHP's duties in the field has not been optimal. The obstacles faced include limited resources, lack of public understanding, and coordination between agencies that has not been maximized. Therefore, systematic improvement efforts are needed through institutional capacity building, legal socialization, and strengthening regulations and cross-sector synergy to support the effective and sustainable implementation of BHP's tasks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balai Harta Peninggalan. (2024). Buku panduan tugas pokok & fungsi Balai Harta Peninggalan. Medan.

Dian, G. A. P. (2022). Optimalisasi peran Balai Harta Peninggalan dalam pelindungan hak keperdataan masyarakat. Jurnal Hukum dan Pembangunan Sosial, 6(3).

Effendi, L. (2016). Hukum waris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Sinar Grafika.

Farida Indrati, M. (2007). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Kanisius.

Hadjon, P. M. (2007). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Yuridika.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana.

Mertokusumo, S. (2010). Mengenal hukum: Suatu pengantar. Liberty.

Murniati, R. (2020). Efektivitas fungsi Balai Harta Peninggalan dalam menjalankan tugas pengurusan harta warisan. Jurnal Hukum Prioris, 9(2).

Nurhayati, D. (2019). Efektivitas pelaksanaan fungsi Balai Harta Peninggalan dalam perlindungan harta peninggalan. Jurnal Lex Administratum, 7(4).

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Harta Peninggalan.

Prodjodikoro, W. (2000). Hukum warisan di Indonesia. Sumur Bandung.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Staatsblad Tahun 1901 Nomor 217 tentang Balai Harta Peninggalan.

Subekti. (2005). Pokok-pokok hukum perdata. Intermasa.

Suryani, R. (2020). Kedudukan Balai Harta Peninggalan sebagai kurator negara dalam hukum perdata Indonesia. Jurnal Rechts Vinding, 9(1).

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014.

Yani, D. (2020). Peran Balai Harta Peninggalan dalam perlindungan harta warisan tanpa ahli waris. Jurnal Lex et Societatis, 8(1).

Yani, D. (2022). Perlindungan hukum terhadap harta warisan anak melalui revitalisasi Balai Harta Peninggalan (BHP). Jurnal Notarius, 1(1).

Downloads

Published

2025-11-14

How to Cite

Jeremia Manalu, & Besty Habeahan. (2025). Efektivitas Pelaksanaan Tugas Balai Harta Peninggalan dalam Pengurusan Harta Peninggalan Berdasarkan KUHPerdata. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 31–40. https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i4.1221

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.