Implementasi Pendekatan Restorative Justice pada Kasus Penganiayaan di Kepolisian

Analisis Perkara Nomor: BP/07/VII/2024/Reskrim

Authors

  • Anggun Rahma Dewi Universitas Lampung
  • Ahmad Irzal Fardiansyah Universitas Lampung
  • Fristia Bardian Tamza Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1137

Keywords:

Restorative Justice, Police, Abuse, Criminal Law, Case Settlement

Abstract

The application of restorative justice by the police in cases of assault is based on Indonesian National Police Regulation Number 8 of 2021 concerning Handling Criminal Acts Based on Restorative Justice. This regulation provides a basis for investigators in resolving criminal cases by exploring the values ​​of justice that exist in society. This study aims to analyze the application of restorative justice by the police in cases of assault and the inhibiting factors. The research method uses a normative juridical and empirical juridical approach, with secondary data through library research and primary data through field studies. The results indicate that the resolution of cases of assault complies with the provisions of the regulation, as both formal and material requirements are met, and a peace agreement exists between the perpetrator and victim. This process adopts local wisdom values ​​by involving the perpetrator, victim, their respective families, and community leaders. However, obstacles to its implementation exist, including third-party intervention from the victim's family, the perpetrator's limited financial capacity, external interests, lack of community understanding, and communication barriers between the perpetrator and victim. Therefore, specific regulations regarding restorative justice are needed, incorporated into criminal procedural law provisions, for example through the Criminal Procedure Code (RKUHAP), to provide a strong legal basis and ensure legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, A. Z. (1983). Bunga rampai hukum pidana. Jakarta: Pradnya Paramita.

Agus Santoso, M. (2014). Hukum, moral & keadilan: Sebuah kajian filsafat hukum. Jakarta: Kencana.

Ali, A. (2009). Menguak teori hukum (Legal Theory) dan teori peradilan (Judicial Prudence). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Andrisman, T. (2011). Delik tertentu dalam KUHP. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Andrisman, T. (2013). Asas dan dasar aturan hukum pidana Indonesia serta perkembangannya dalam konsep KUHP. Lampung: Anugrah Utama Raharja.

Andrisman, T. (2018). Hukum peradilan anak. Bandar Lampung: Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Asriadi. (2024). Penerapan restorative justice dalam proses penyidikan tindak pidana penganiayaan. Jurnal Litigasi Amsir, 12(1).

Berdian Fristia, T., dkk. (2024). Penerapan restoratif justice sebagai upaya mengurangi overcapacity lapas. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP), 4(5).

Chang, W. (2002). Menggali butir-butir keutamaan. Yogyakarta: Kanisius.

Darmodiharjo, D., & Shidarta. (2002). Pokok-pokok filsafat hukum (Apa dan bagaimana filsafat hukum Indonesia). Jakarta: Gramedia.

Dewi, D. S., & Syukur, F. A. (2011). Mediasi penal: Penerapan restorative justice di pengadilan anak Indonesia. Depok: Indie-Publishing.

Dwijayanti, M. (2017). Diversi terhadap recidive anak. Jurnal Rechtide, 12(2).

E. Y. Kanter. (2012). Asas-asas hukum pidana di Indonesia. Jakarta: Alumni AHM-PTHM.

Fardiansyah, A. I. (2025). Reformasi hukum pidana nasional: Sebuah kajian tentang eksistensi hukuman mati dalam kasus tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 10(12).

Fardiansyah, H. S. (2018). Keadilan restoratif sebagai alternatif dalam penyelesaian tindak pidana dan pengaruhnya dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. University of Bengkulu Law Journal, 3(2).

Gemilang, M. F. (2019). Restorative justice sebagai hukum progresif oleh penyidik Polri. Jurnal Ilmu Kepolisian, 13(3).

Hamzah, A. (2005). Asas-asas penting dalam hukum acara pidana. Surabaya: Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Harahap, M. Y. (2012). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP (Penyidikan dan penuntutan) (Edisi kedua). Jakarta: Sinar Grafika.

Hutauruk, R. H. (2013). Penanggulangan kejahatan korporasi melalui pendekatan restoratif: Suatu terobosan hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Irsyad, D. (2022). Pengantar restorative justice. Bogor: Guepedia.

Jimmly Asshidiqie. (n.d.). Penegakan hukum. Diakses dari http://www.solusihukum.com

Kartayasa, M. (2012). Restorative justice dan prospeknya dalam kebijakan legislasi. Makalah seminar nasional Peran Hakim dalam Meningkatkan Profesionalisme Menuju Penelitian yang Agung, IKAHI, Ulang Tahun IKAHI ke-59.

Kartonegoro. (2010). Diklat kuliah hukum pidana. Jakarta: Balai Lekture Mahasiswa.

Kusuma, M. (2009). Menyelami semangat hukum progresif: Terapi paradigma bagi lemahnya hukum Indonesia. Yogyakarta: AntonyLib.

Lamintang, P. A. F., & Lamintang, T. (2012). Delik-delik khusus kejahatan terhadap nyawa, tubuh, & kesehatan. Jakarta: Sinar Grafika.

Lamintang, P. A. F. (1997). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

L. J. Van Apeldoorn. (1975). Pengantar ilmu hukum (Cet. XIII). Jakarta: Pradnya Paramitha.

Lili Rasjidi, & Ira Thania Rasjidi. (2007). Pengantar filsafat hukum. Bandung: Mandar Maju.

Majalah Varia Peradilan. (2006). Tahun XX, No. 247. Jakarta: Ikatan Hakim Indonesia.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. (2010). Panduan pemasyrakatan UUD NRI 1945 (Sesuai dengan urutan Bab, Pasal, dan Ayat). Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI.

Moeljatno. (1993). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Sinar Grafika.

Muladi, & Barda Nawawi, A. (1984). Penegakan hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Poerdaminto. (2003). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prakoso, D. (1986). Kedudukan justisiable di dalam KUHAP. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Prasetyo, T. (2011). Hukum pidana (Edisi revisi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Purbacaraka, P. (1997). Penegakan hukum dan mensukseskan pembangunan. Bandung: Alumni.

Rahardjo, S. (2008). Membedah hukum progresif. Jakarta: Buku Kompas.

Rawls, J. (1999). A theory of justice. Oxford: Oxford University Press.

Reksodiputro, M. (1993). Sistem peradilan pidana Indonesia: Melihat kepada kejahatan dan penegakan hukum dalam batas-batas toleransi. Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Reksodiputro, M. (1997). Hak asasi manusia dalam sistem peradilan pidana. Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia.

Rhiti, H. (2015). Filsafat hukum edisi lengkap (Dari klasik ke postmodernisme) (Cet. V). Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.

Riadi, S. (2016). Peran penyidik Polri dalam penerapan diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum (Studi di PPA Polres Lombok Barat). Jurnal IUS, 4(2).

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33).

Sianturi, S. R. (1998). Asas-asas hukum pidana dan penerapannya di Indonesia (Cet. 2). Jakarta: Alumni.

Simatupang, N., & Faisal. (2018). Hukum perlindungan anak. Medan: Pustaka Prima.

Siregar, M. (2007). Pedoman praktis melindungi anak dengan hukum pada situasi emergensi dan bencana alam. Jakarta: Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Soekanto, S. (1983). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: Rineka Cipta.

Soekanto, S. (1996). Sosiologi: Suatu pengantar. Bandung: Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2004). Penelitian hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Sunarso, S. (2014). Victimologi dalam sistem peradilan pidana. Jakarta: Sinar Grafika.

Susanti, E. (2020). Mediasi penal sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana berbasis kearifan lokal. Bandar Lampung: AURA Publisher.

Syahrani, R. (2011). Rangkuman intisari ilmu hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Tongat. (2003). Hukum pidana materil: Tinjauan atas tindak pidana terhadap subjek hukum dalam KUHP. Jakarta: Djambatan.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Van Ness, J. (2005). The meaning of restorative justice. Makalah Konferensi Lima Tahunan PBB ke-11, Bangkok, Thailand.

Wiryono, R. (2016). Sistem peradilan pidana anak. Jakarta: Sinar Grafika.

Yusuf, A. (2016). Implementasi restorative justice dalam penegakan hukum oleh Polri demi mewujudkan keadilan substantif. Jakarta: Universitas Trisakti.

Downloads

Published

2025-09-22

How to Cite

Anggun Rahma Dewi, Ahmad Irzal Fardiansyah, & Fristia Bardian Tamza. (2025). Implementasi Pendekatan Restorative Justice pada Kasus Penganiayaan di Kepolisian: Analisis Perkara Nomor: BP/07/VII/2024/Reskrim. Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(4), 25–40. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1137

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.