Tinjauan Konstitusional atas Kewenangan KPK dalam Perkara Korupsi Koneksitas Pasca Putusan MK. No. 87/PUU-XII/2023

Authors

  • Gregorius Excelcis Warow Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1160

Keywords:

Connectivity Corruption, Constitutional Court, KPK Authority, Legal System, State of Law

Abstract

This research aims to examine the authority of the Corruption Eradication Commission (KPK) in handling connectivity corruption cases after the Constitutional Court Decision Number 87/PUU-XXI/2023. This research is a normative legal research with a statute approach and a case approach, using primary and secondary legal materials collected through literature studies. The results of the study show that the Constitutional Court interpreted Article 42 of the KPK Law constitutionally conditionally, so that the KPK remains authorized to handle connectivity cases as long as the handling begins from the beginning by the KPK. This decision provides legal certainty as well as strengthening legitimacy for the KPK in handling cases involving legal subjects from the general and military courts at the same time. This study also shows that structural barriers, multi-interpreted legal substance, and sectoral legal culture are serious challenges in connectivity law enforcement practices. Therefore, it is necessary to harmonize regulations and strengthen the legal structure and culture between institutions in order to realize a more effective, fair, and non-discriminatory eradication of corruption.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Airlangga, S. P. (2019). Hakikat penguasa dalam negara hukum demokratis. Jurnal FH Unila Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.25041/cepalo.v3no1.1783

Anajeng, M. (2020). Impresi putusan Mahkamah Konstitusi bersifat positive legislature ditinjau dari progresivitas hukum dan teori pemisahan kekuasaan. Jurnal Ilmu Syari’ah, 54(2). https://doi.org/10.14421/ajish.v54i2.920

Ansori, L. (2020). Reformasi penegakan hukum perspektif hukum progresif. Jurnal Yuridis, 4(2), 148–163. https://doi.org/10.35586/.v4i2.244

Arief, B. N. (2003). Kapita selekta hukum pidana. Bandung: Alumni.

Aswandi, B. (2019). Negara hukum dan demokrasi Pancasila dalam kaitannya dengan hak asasi manusia (HAM). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(1), 132–145. https://doi.org/10.14710/jphi.v1i1.128-145

Damping, N. M. (2019). Hukum pemberantasan tindak pidana korupsi dan dimensi sistematik hukum khusus. Jakarta Timur: UKI Press. https://doi.org/10.33541/tora.v4i1.1168

Darwin, P. (2004). Pemberantasan tindak pidana korupsi melalui hukum pidana nasional dan internasional. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

H. Ishaq. (2019). Hukum pidana. Depok: PT Grafindo Persada.

Hiariej, E. O. S., & Mochtar, Z. A. (2023). Dasar-dasar ilmu hukum (Memahami kaidah, teori, asas dan filsafat hukum). Depok: Rajawali Pers.

Humas MKRI. (n.d.). Memperkuat kewenangan KPK dalam penyidikan tipikor koneksitas. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Indonesia Corruption Watch. (2025). Laporan hasil pemantauan tren korupsi tahun 2023. https://antikorupsi.org/

Indratanto, S., dkk. (2020). Asas kepastian hukum dalam implementasi putusan Mahkamah Konstitusi berbentuk peraturan lembaga negara dan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Jurnal Ilmu Hukum, 16(1), 97. https://doi.org/10.30996/dih.v16i1.2729

Junaidi, M. (2017). Hukum konstitusi: Pandangan dan gagasan modernisasi negara hukum. Depok: RajaGrafindo Persada.

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Lamintang, P. A. F. (1996). Dasar-dasar hukum pidana di Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.

Mashuriyanto. (2013). Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Mawarni, Y. (2018). Penetapan tersangka pada peradilan koneksitas dalam perkara tindak pidana korupsi. Jurnal Lentera Hukum, 5(2), 229. https://doi.org/10.19184/ejlh.v5i2.7579

Monica. (2023). Peran lembaga kepolisian dalam memberantas tindak pidana korupsi: Peran Polri dalam memberantas korupsi di Indonesia. Jurnal De Juncto Delicti: Journal of Law, 3(2), 55–62. https://doi.org/10.35706/djd.v3i2.7845

Mudzhar, M. A. (2013). Penerapan asas equality before the law dalam sistem peradilan militer. Jurnal Cita Hukum, 1(2), 6–10. https://doi.org/10.15408/jch.v1i2.2998

Mulyadi, L. (2007). Tindak pidana korupsi di Indonesia: Normatif, teoritis, praktis dan masalahnya. Bandung: Alumni.

Nugroho, H. (2013). Efektivitas fungsi koordinasi dan supervisi dalam penyidikan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Jurnal Dinamika Hukum, 13(3), 392–401.

Poernomo, B. (1992). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Putra, R. P. (2020). Penegakan hukum tindak pidana korupsi. Yogyakarta: Deepublish.

Qamar, N. (2019). HAM dalam negara hukum demokrasi: Human rights in democratische rechtsstaat. Jakarta: Sinar Grafika.

Razak, A. (2021). Mewujudkan pemilu adil dan bermartabat: Suatu tinjauan sistem hukum Lawrence M. Friedman. Jurnal Ilmiah Hukum, 12(2), 476–489. https://doi.org/10.34304/jf.v12i2.185

Sriwidodo, J. (2019). Kajian hukum pidana Indonesia. Jakarta: Kepel Press.

Sudaryono, & Surbakti, N. (2017). Hukum pidana (Dasar-dasar hukum pidana berdasarkan KUHP dan RUU KUHP). Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Sumakul. (2012). Hubungan dan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan dalam menangani tindak pidana korupsi. Lex Crimen, 1(4), 170–180.

Tarigan, R. (2024). Mahkamah Konstitusi. Kalimantan Selatan: Ruang Karya.

Telaumbanua, Y. O. (2024). Wewenang KPK dalam penanganan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh TNI aktif dikaji dari teori hukum pembangunan. Jurnal Advance in Social, 1(11), 160–175. https://doi.org/10.46799/adv.v1i11.140

Tim Garda Tipikor. (2016). Kejahatan korupsi. Yogyakarta: Rangkang Education.

Umar, N. (2019). Hukum tindak pidana korupsi di Indonesia dan strategi khusus pembinaan narapidana korupsi. Ambon: LP2M IAIN. https://doi.org/10.37276/sjih.v2i2.38

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Hukum Acara Pidana.

Downloads

Published

2025-10-07

How to Cite

Warow, G. E. (2025). Tinjauan Konstitusional atas Kewenangan KPK dalam Perkara Korupsi Koneksitas Pasca Putusan MK. No. 87/PUU-XII/2023. Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(4), 55–72. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1160

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.