Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Lintas Negara Berkedok Lowongan Kerja Digital di Myanmar
DOI:
https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1204Keywords:
Digital Recruitment, Forced Labor, Indonesian Migrants, Legal Protection, Trafficking in PeopleAbstract
This study discusses legal protection for victims of human trafficking disguised as job vacancies in Myanmar, which has affected hundreds of Indonesian citizens. This phenomenon shows a new mode of digital-based human trafficking through social media, offering fictitious high-paying jobs that ultimately lead to forced labor in the online scamming sector. This study uses a normative legal research method with a legislative and conceptual approach, which examines Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of Human Trafficking, Law Number 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers, the 2000 Palermo Protocol, and a number of International Labor Organization (ILO) conventions related to forced labor and labor migration. The results of the study show that this case fulfills the elements of human trafficking as stipulated in Article 2 paragraph (1) of the TPPO Law, because there are elements of recruitment, fraud, confinement, and forced labor exploitation. From an international law perspective, these actions violate the provisions of the Palermo Protocol and the ILO convention on the elimination of forced labor. The Indonesian government has a legal and moral responsibility to provide protection and recovery for victims of TPPO, as well as to ensure the principle of non-criminalization. However, the implementation of protection is still hampered by weak supervision of digital recruitment, jurisdictional limitations, and suboptimal cross-border cooperation. Therefore, it is necessary to strengthen the digital-based migrant protection system, enhance bilateral and multilateral cooperation, and apply the principle of state due diligence in the prevention and enforcement of laws against cross-border TPPO.
Downloads
References
Alfian, A. (2016). Upaya perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum, 9(3). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no3.603
Atmasasmita, R. (2021). International cooperation on combating human trafficking especially women and children: A view from Indonesia. Indonesian Journal of International Law, 1(4). https://doi.org/10.17304/ijil.vol1.4.562
Christi, T. L., & Nugroho, A. (2020). Kepastian hukum perjanjian kerja pekerja migran Indonesia yang dapat diperpanjang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 (Vol. 7).
DetikNews. (2025, Juni 11). Data terbaru: 525 WNI diduga jadi korban TPPO di Myanmar. https://news.detik.com/berita/d-7810335/data-terbaru-525-wni-diduga-jadi-korban-tppo-di-myanmar
Gagola, E. D., Rompis, T., Tindangen, L. S., & Mh, S. (n.d.). Tindak pidana perdagangan orang sesuai Konvensi Palermo menentang kejahatan transnasional terorganisasi menurut UU No. 21 Tahun 2007 (Vol. 3).
Hakiki, I. O., & Pratiwi, C. S. (n.d.). Efektivitas Konvensi ILO Nomor 100 Tahun 1951 terhadap kesenjangan pemberian upah buruh perempuan dan laki-laki dalam melindungi dan menegakkan hak asasi perempuan di Indonesia.
Hidayati, M. N. (2012). Upaya pemberantasan dan pencegahan perdagangan orang melalui hukum internasional dan hukum positif Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 1(3).
Jim Hidayah Wahid, & Saputra, E. (2023). Kontribusi Konvensi ILO No.100 terhadap hubungan industrial di Indonesia. Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 2(1), 220–229. https://doi.org/10.59059/mandub.v2i1.901
Jumaah, S. H., Dewi, D. C., Kartini, F., & Benita, N. (n.d.). Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran (PMI) sebagai upaya pencegahan PMI non prosedural di Desa Bagik Payung Selatan Kabupaten Lombok Timur.
Junior Associate Lawyer pada Mendroflaw Advocates, Putri, R. A. I., Pratiwi, A., & Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. (2019). Perlindungan hak asasi manusia terhadap diskriminasi kesempatan mendapatkan upah bagi tenaga kerja perempuan di Indonesia. Jurnal Bina Mulia Hukum, 3(2), 259–278. https://doi.org/10.23920/jbmh.v3n2.20
Karamoy, D. N. (n.d.). Eksistensi organisasi buruh internasional (ILO – International Labour Organization) dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja berdasarkan Konvensi ILO Nomor 111 Tahun 1958 tentang diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan dan implementasinya di Indonesia (Vol. 2).
Kejaksaan Negeri Kota Bandung, & Efita Ayu, M. (2018). Perdagangan perempuan dan anak serta tindak pidana korupsi sebagai kejahatan transnasional terorganisir berdasarkan Konvensi Palermo. Jurnal Bina Mulia Hukum, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.23920/jbmh.v3n1.5
Lature, F. (2022). Perlindungan hukum dan tanggung jawab negara terhadap korban tindak pidana perdagangan orang di luar negeri (Vol. 7, No. 10).
Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mediahub Polri. (2025, Juni 11). Kasus perdagangan orang meningkat, 699 WNI korban TPPO dipulangkan dari Myanmar. https://mediahub.polri.go.id/image/detail/157561-kasus-perdagangan-orang-meningkat-699-wni-korban-tppo-dipulangkan-dari-myanmar
Muhammad, A. (2004). Hukum dan penelitian hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Oktavionita, F., & Riyadh, A. (2022). Legal protection for victims of trafficking in persons from a human rights perspective. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 16. https://doi.org/10.21070/ijler.v15i0.764
Panjaitan, A. C. D. (2022). Harmonisasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan Protokol Palermo dalam perlindungan perdagangan orang di Indonesia. Jurnal Yustitia, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.62279/yustitia.v16i1.895
Puspawati, N. K. (2025). Implementasi kebijakan pemberantasan perdagangan orang dalam perspektif hukum internasional dan nasional. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(3), 10. https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i3.3661
Rahayu, D. (2011). Perlindungan hukum bagi buruh migran terhadap tindakan perdagangan perempuan. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 18(1), 115–136. https://doi.org/10.20885/iustum.vol18.iss1.art7
Rencang, R. (n.d.). Urgensi ratifikasi Konvensi ILO 188: Perlindungan hukum terhadap pekerja sektor perikanan Indonesia.
Safitri, N. I. T., Ali, M., & Hidaya, W. A. (n.d.). Perlindungan hukum bagi korban tindak pidana human trafficking di Indonesia.
Sari, R. V., & Prastyanti, R. A. (n.d.). Perlindungan hukum internasional terhadap anak sebagai korban tindak pidana perdagangan orang.
Tempo.co. (2025, Juni 11). Modus TPPO Myanmar: Korban ditawari jadi customer service dengan gaji belasan juta rupiah. https://www.tempo.co/hukum/modus-tppo-myanmar-korban-ditawari-jadi-customer-service-dengan-gaji-belasan-juta-rupiah-1222824
Tribrata News Jatim. (2025, Maret 22). Polri tetapkan satu tersangka TPPO dari 699 WNI yang dipulangkan dari Myanmar. https://tribratanews.jatim.polri.go.id/22/03/2025/polri-tetapkan-satu-tersangka-tppo-dari-699-wni-yang-dipulangkan-dari-myanmar
Universitas Lampung, Nizar, M., Inayah, A., Dwijono, A. T., & Universitas Lampung. (2018). Penguatan peran pemerintah melalui perlindungan hukum terhadap pekerja migran Indonesia. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 20(2), 95–111. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v20i2.10
Wahyurudhanto, A. (2019). Kerjasama antar-negara dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) (Vol. 13).
Wijaya, A. D. (n.d.). Perwujudan perlindungan hukum atas maraknya online scams perdagangan orang di Asia Tenggara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Majelis: Jurnal Hukum Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



