Analisis Yuridis Pembentukan Dewan Advokat Nasional Sebagai Wadah Tunggal Organisasi Advokat di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1324Keywords:
Advocate Organizations, Code of Conduct, National Council, Professional Standards, Regulatory ReformAbstract
Advocates are law enforcers whose professionalism depends on a structured organization. Following Constitutional Court Decision No. 112/PUU-XI/2013, advocate organizations in Indonesia have experienced fragmentation (multi-bar). This situation has created disorganization, differing recruitment standards, education, and enforcement of codes of ethics, weakening national oversight of the profession. This study aims to analyze the legal standing and organizational form of the National Advocates Council (DAN) to address this disorganization, specifically in light of Law No. 18 of 2003 concerning Advocates. The method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach. The study concludes that to maintain freedom of association and achieve professional unity, DAN should be established as a federation, not a single body (single bar). DAN's primary function is to establish uniform national professional standards, enforce codes of ethics, oversee legal aid, and strengthen the integrity of advocates as law enforcers. The establishment of DAN requires a revision of the Advocates Law to ensure strong legal standing.
Downloads
References
Adha, I., Harahap, R. B. R., & Lubis, F. (2023). Peranan advokat dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 746–752. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v3i3.2932
Baihaqi, R., Dihati, H., & Lubis, F. (2023). Peran dan fungsi advokat sebagai penegak hukum. Journal on Education, 5(2), 3958–3969.
Efendi, J. (2022). Metode penelitian hukum normatif dan empiris (Edisi ke-2). Kencana.
Ernawati Huroiroh, Sakdi, Sulaiman, & Fauzi, M. (2022). Konsep negara federasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 2(1), 18–41. https://doi.org/10.15642/sosyus.v2i1.149
Farah, N. (2011). Etika profesi hukum.
Kelvin, E. (2022). Rekonstruksi regulasi wadah tunggal advokat sebagai organ negara berbasis nilai keadilan Pancasila.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 73 Tahun 2015 tentang sumpah advokat.
Kongres Advokat Indonesia. (2002). Kode etik advokat Indonesia. Komite Kerja Advokat Indonesia.
Kongres Advokat Indonesia. (2019). Keputusan Kongres Advokat Indonesia Tahun 2019 tentang perubahan atas Anggaran Dasar Kongres Advokat Indonesia Tahun 2016.
Kriswanto. (n.d.). Pengantar mudah memahami metode penelitian hukum.
Nur, D. S. (2021). Buku pengantar penelitian hukum.
Setyo, R. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Pemerintah Republik Indonesia.
Sulastri, L., & Wibowo, K. T. (2021). Merajut sistem keorganisasian advokat di Indonesia.
Upara, A. R., & Roem, A. M. (2023). Menguak peran dan tantangan advokat dalam sistem peradilan pidana Indonesia: Suatu kajian praktis. UNES Law Review, 6(2). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2
Utomo, T. W. W. (2009). Dekonsentrasi dan desentralisasi dalam diskursus negara kesatuan dan negara federal. Jurnal Administrasi Publik, 34–44.
Wandira, A. I., Suheri, M., & Zahara, F. (2024). Peran PERADI terhadap advokat yang melakukan pelanggaran kode etik profesi advokat. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 109–117.
Widiatmika, K. P. (2015). Etika profesi hukum. Etika Jurnalisme pada Koran Kuning: Sebuah Studi Mengenai Koran Lampu Hijau, 16(2), 39–55.
Widodo, M. F. S., Sudarsono, S., & Winarno, B. (2018). Kedudukan organisasi advokat sebagai wadah tunggal profesi pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(2), 149–158. https://doi.org/10.17977/um019v3i2p149-158
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Majelis: Jurnal Hukum Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



