Menyeimbangkan Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Penetapan Asal Usul Anak: Analisis Maqasid Syariah terhadap Putusan Pengadilan Agama

Authors

  • Yanto Hasyim Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

DOI:

https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i3.1097

Keywords:

determination of child origin, justice, legal certainty, legal utility, Maqasid al-Shari’ah

Abstract

The phenomenon of nikah sirri (unregistered marriage) in Indonesia presents critical challenges in family law, particularly concerning the legal status of children born from such unions. This study examines judicial determinations of child origin by the Religious Courts as a legal mechanism to grant civil legitimacy to children from nikah sirri. Using a normative qualitative approach and analyzing two court decisions (No. 0648/Pdt.P/2018/PA.Lmj and No. 1731/Pdt.P/2022/PA.Jr), the research explores how judges consider the principles of justice, legal certainty, and legal utility through the lens of Gustav Radbruch’s legal philosophy. Findings reveal that judicial reasoning in these cases transcends procedural formalism, reflecting an ethical commitment to the holistic protection of children’s rights. The study applies the Maqasid al-Shari’ah framework to evaluate how such rulings align with the five fundamental objectives of Islamic law (protection of life, lineage, property, intellect, and religion). The legal recognition of a child’s nasab and entitlements is shown to fulfill both statutory requirements and Islamic ethical standards of justice. Thus, this research underscores the need to strengthen the synergy between state law and Islamic moral values, positioning the court not merely as a formal legal apparatus, but as a transformative institution in achieving substantive justice in society.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ghazali, Abu Hamid. 1980. Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah..

Asrofi. 2017. Penetapan Asal Usul Anak dan Akibat Hukumnya Dalam Hukum Positif. Makalah disampaikan pada Bahtsul Masail dan Buka Bersama Kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam se-Kab. Ponorogo. 14 Juni.

Erwin, Muhammad. 2012. Filsafat Hukum. Jakarta: Raja Grafindo.

Harahap, M. Yahya. 2017. Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Islami, Irfan. 2017. Perkawinan di Bawah Tangan (Kawin Siri) dan Akibat Hukumnya. Adil: Jurnal Hukum. Vol. 8.

Kementerian Agama RI. Kompilasi Hukum Islam: Buku II tentang Kewarisan. Jakarta: Kemenag RI.

Mahfud MD, Moh. 2009. Penegakan Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.

Manan, Abdul. 2006. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana

Masturiyah. 2013. Nikah Siri; Perspektif Hukum Islam dan Hukum Perkawinan Nasional. Musawa. Vol. 12.

Muhammad, Bahruddin. 2014. Hak Waris Anak Luar Perkawinan. Semarang: Fatwa Publishing

Muslehudin, Muhammad. . 1991. Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis. Terj. Yudian Wahyudi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Nuruddin, Amir & Tarigan, Azhari Akmal. 2004. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana

Solikin, Nur & Wasik, Moh. 2023. The Construction of Family Law in the Compilation of Islamic Law in Indonesia: A Review of John Rawls’s Concept of Justice and Jasser Auda’s Maqashid al-Shari'a. Ulumuna. Vol. 27.

Sulardi. 2015.. Kepastian Hukum, Kemanfaatan, dan Keadilan Terhadap Perkara Pidana Anak Kajian Putusan Nomor 201/Pid.Sus/2014/PN.Blt. Jurnal Yudisial. Vol. 8.

Sumaryono, E. 2020. Etika dan Hukum: Relevansi Teori Hukum Kodrat Thamas Aquinas. Yogyakarta: Kanisius.

Supriyono. 2016. Terciptanya Rasa Keadilan, Kepastian dan Kemanfaatan Dalam Kehidupan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Fenomena. Vol. XIV,

Yasid, Abu. 2014. Islam Moderat. Jakarta: Erlangga.

Yuliarti, Ely. 2023. Pernikahan Siri dan Perlindungan Hukum terhadap Anak Hasil Pernikahan Siri (Ditinjau dari Fiqih dan Hukum Positif). Court Review: Jurnal Penelitian Hukum. Vol. 3,

Zainuddin & Zainduddin, Afwan. 2017. Kepastian Hukum Perkawinan Siri dan Permasalahannya Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.

Sumber Perundang-undangan

Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Undang-undang No. 4 Tahun 1979 Tentang

Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia

Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Intruksi Presiden No 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam

Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010

Downloads

Published

2024-09-17

How to Cite

Yanto Hasyim. (2024). Menyeimbangkan Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Penetapan Asal Usul Anak: Analisis Maqasid Syariah terhadap Putusan Pengadilan Agama. Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik, 1(3), 264–278. https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i3.1097

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.