Fenomena Bencana Banjir Sumatera atas Dugaan Penebangan Pohon yang Dikaitkan dengan Sistem Hukum Indonesia dan Hukum Perjanjian
DOI:
https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i4.1435Keywords:
Contract Law, Deforestation, Environmental Liability, Flood, Pacta Sunt ServandaAbstract
This article explores legal accountability for flood disasters occurring in several regions of Sumatra, which are widely alleged to result from large-scale logging activities. The analysis is conducted within the framework of the Indonesian legal system, with particular emphasis on contract law. This study adopts a literature-based research method by examining statutory provisions, legal doctrines, and relevant scholarly publications. The analysis demonstrates that flood events should not be understood solely as natural occurrences, but rather as ecological consequences arising from the failure to fulfill contractual obligations embedded in forest utilization permits. From a contract law perspective, forestry concessions establish binding legal relationships that impose environmental protection duties on permit holders in accordance with the principle of pacta sunt servanda. Logging activities that exceed authorized limits may therefore be classified as contractual default (wanprestasi) and, at the same time, constitute unlawful acts that cause harm to the state and affected communities. Accordingly, this study underscores the necessity of strengthening environmental protection clauses within concession agreements and applying strict liability principles to enhance legal responsibility and prevent recurring environmental harm.
Downloads
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Laporan data kejadian bencana Indonesia 2024. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Handayani, I. G. A. K. (2023). Urgensi penguatan penegakan hukum lingkungan administratif dalam perlindungan fungsi hutan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(1), 1-18.
Hidayati, S. N. (2016). Pengaruh pendekatan keras dan lunak pemimpin organisasi terhadap kepuasan kerja dan potensi mogok kerja karyawan. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship, 5(2), 57-66. https://doi.org/10.30588/jmp.v5i2.164
Iskandar, J. (2020). Dampak sosial ekonomi dan lingkungan akibat alih fungsi lahan hutan di Sumatera. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 299-308.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).
Lubis, M. K., Yanni, F., & Siregar, D. (2024). Analisis pertanggungjawaban pidana terhadap perusakan hutan di Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 11(1), 32–44. https://doi.org/10.31289/jiph.v11i1.11649
Nadapdap, B. (2018). Penerapan prinsip strict liability dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Yudisial, 11(2), 201–218.
Nugraha, A. (2021). Efektivitas sanksi administratif dalam penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia. Jurnal Bina Hukum Lingkungan, 5(2), 215-230.
Pratama, R., & Lestari, S. (2022). Analisis deforestasi dan dampaknya terhadap bencana banjir di Provinsi Riau. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 14(1), 45-56.
Rahmadi, T. (2019). Hukum lingkungan di Indonesia. Rajawali Pers.
Salsabil, S., Ansar, A., Rahmawati, A., & Arrahman, R. D. (2024). Peninjauan bencana alam akibat deforestasi hutan dan tantangan penegakan hukum mengenai kebijakan penebangan hutan berskala besar di Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 4, 1–11. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2740
Santoso, M. A. (2023). Penerapan prinsip strict liability dalam penegakan hukum lingkungan di Indonesia: Studi putusan pengadilan. Jurnal Yudisial, 16(2), 231–250. https://doi.org/10.29123/jy.v16i1.574
Siswanta, S. (2021). Penerapan asas pacta sunt servanda dalam perjanjian standar yang mengandung klausula eksonerasi tanpa menerapkan asas itikad baik. Jurnal de Jure, 13(2), 70–85.
Subekti, R. (2010). Hukum perjanjian. Intermasa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Wibisana, A. G. (2017). Penegakan hukum lingkungan melalui pertanggungjawaban perdata. Jurnal Hukum & Pembangunan, 47(2), 193–238. https://doi.org/10.21143/jhp.vol47.no2.812
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



