Batasan Tanggung Jawab Hukum Pengelola Jasa Parkir

Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2157 K/Pdt/2010

Authors

  • Rahmad Tullah Universitas Mulawarman
  • Purwanto Purwanto Universitas Mulawarman
  • Setiyo Utomo Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.62383/referendum.v2i3.1135

Keywords:

Legal liability, Parking services, Supreme Court decisions, Consumer protection, Legal proportionality

Abstract

This research is directed to answer two main problems: the form of liability imposed on parking service providers toward consumers, and how the Supreme Court decision reflects (or diverges from) legal justice and proportionality. The study aims to examine the legal liability approach adopted in the Supreme Court Decision Number 2157/K/Pdt/2010 and to formulate an ideal concept of a fair and proportional limitation of liability for parking service operators. In the aforementioned decision, the Supreme Court held the parking operator liable for the loss of a consumer’s vehicle, even though a disclaimer clause had been clearly printed on the parking ticket. This ruling raised controversy, as it seemed to overlook the fact that the operator had fulfilled their duties to a reasonable and professional standard. The substance of parking as an object of regional tax was disregarded in the judicial consideration, which focused solely on consumer protection law. This has led to an interpretation that imposes an almost unlimited liability on the service provider. This study employs doctrinal legal research, supported by conceptual approaches in parking regulation and legal case analysis. The method used is normative legal research (doctrinal) with statutory, conceptual (regarding lease and deposit agreements), and judicial approaches. The findings indicate that parking service providers should not be subjected to absolute liability. Instead, the assessment of liability must take into account the principles of justice, proportionality, and contributory negligence. Hence, there is a need for a clear formulation of liability limitations that not only safeguard consumer rights but also consider the reasonable obligations of business actors, particularly within the context of regional tax regulations related to parking.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Ali, A. (2020). Menguak teori hukum (legal theory) dan teori peradilan (judicialprudence). Jakarta: Kencana.

Amiruddin, & Asikin, Z. (2006). Pengantar metode penelitian hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Emirzon, J. (Ed.). (2022). Hukum perlindungan konsumen: Perkembangan hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Palembang: Unsri Press.

Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. (2017). Pedoman penyusunan skripsi program studi ilmu hukum jenjang strata satu (S-1). Samarinda: FH UNMUL.

Harahap, M. Y. (1986). Segi-segi hukum perjanjian. Bandung: Alumni.

Hernoko, A. Y. (2008). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Yogyakarta: LaksBang Mediatama.

Hernoko, A. Y. (2014). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Jakarta: Kencana.

Indrati, M. F. (2007). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Yogyakarta: Kanisius.

Isnaeni, M. (2022). Hukum perikatan: Asas dan doktrin dalam praktik peradilan. Bandung: Refika Aditama.

Khairandy, R. (2003). Hukum perlindungan konsumen Indonesia. Yogyakarta: FH UII Press.

Khairandy, R. (2021). Hukum perlindungan konsumen: Dimensi teoritis dan praktis. Yogyakarta: FH UII Press.

Kelsen, H. (2017). General theory of law and state. London: Routledge.

Mahmud, P. (2005). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Miru, A. (2013). Prinsip-prinsip perlindungan hukum bagi konsumen di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muhdar, M. (2019). Penelitian doctrinal dan non-doctrinal: Pendekatan aplikatif dalam penelitian hukum. Samarinda: Mulawarman University Press.

Mulyadi, L. (2021). Hukum perdata: Perbuatan melawan hukum dan wanprestasi dalam putusan Mahkamah Agung. Jakarta: Kencana.

Pandiangan, L. (2007). Perpajakan: Konsep, teori, dan isu. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Pandiangan, L. (2013). Hukum pajak daerah dan retribusi daerah. Jakarta: Rajawali Pers.

Panjaitan, H. (2017). Dalam N. Pramono & Sularso, Hukum kepailitan dan keadilan Pancasila. Yogyakarta.

Panjaitan, H. (2021). Hukum perlindungan konsumen: Reposisi dan penguatan kelembagaan badan penyelesaian sengketa konsumen dalam memberikan perlindungan dan menjamin keseimbangan dengan pelaku usaha. Jakarta: Jala Permata Aksara.

Patrik, P. (1994). Hukum perikatan. Bandung: Mandar Maju.

Posner, R. A. (2014). Economic analysis of law. New York: Aspen Publishers.

Prodjodikoro, W. (2021). Hukum perdata tentang persetujuan-persetujuan tertentu. Bandung: Sumur Bandung.

Puspa, Y. P. (2008). Kamus hukum edisi lengkap bahasa Belanda Indonesia Inggris. Semarang: Aneka Ilmu.

Rajagukguk, E. (2007). Hukum perjanjian Indonesia dalam perspektif perbandingan. Depok: FH UI Press.

Ridwan, H. R. (2006). Hukum administrasi negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Salim, H. S. (2006). Hukum kontrak: Teori dan teknik penyusunan kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.

Salim, H. S. (2022). Perkembangan hukum perikatan di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Setiawan, R. (1981). Pokok-pokok hukum perikatan. Bandung: Binacipta.

Shidarta. (2006). Hukum perlindungan konsumen Indonesia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Subekti. (1984). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Subekti. (1995). Aneka perjanjian. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Subekti. (2009). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Subekti, & Tjitrosoedibio, R. (2003). Kamus hukum. Jakarta: Pradnya Paramita.

Sumardjono, M. S. W. (2021). Kepastian hukum hak atas tanah di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tobing, D. M. L. (2007). Parkir + perlindungan konsumen. Jakarta: PT Timpani Agung.

Usman, R. (2021). Hukum perlindungan konsumen. Jakarta: Sinar Grafika.

Weinrib, E. J. (2012). Corrective justice. Oxford: Oxford University Press.

Jurnal

Anindya, M. (2021). Klausula eksonerasi dalam karcis parkir ditinjau dari hukum perlindungan konsumen. Jurnal Hukum Responsif, 5(1), 25–38.

Arinanto, S. (2020). Prinsip-prinsip pertanggungjawaban dalam hukum perlindungan konsumen. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 145–162.

Fuad, F. (2021). Socio legal research dalam ilmu hukum. Widya Pranata Hukum: Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, 2(2), 32–47.

Gerungan, S. (2022). Analisis tanggung jawab pengelola parkir terhadap kehilangan kendaraan. Jurnal Hukum Bisnis, 11(3), 41–49.

Handayani, I. G. A. K. R. (2021). Perlindungan hukum konsumen terhadap klausula baku dalam transaksi jasa parkir. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 408–421.

Kartini, D. (2021). Pembatasan tanggung jawab pelaku usaha dalam kontrak jasa parkir. Jurnal Ilmu Hukum Aktual, 6(1), 102–110.

Nasution, B. J. (2014). Kajian filosofis tentang konsep keadilan dari pemikiran klasik sampai pemikiran modern. Jurnal Yustisia, 3(2), 120–131.

Nurhayati, Y., Ifrani, & Said, M. Y. (2021). Metodologi normatif dan empiris dalam perspektif ilmu hukum. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 2(1), 1–20.

Prihatin, L., Amin, M., & Darmawan, D. (2023). Implikasi asas proporsionalitas dalam wanprestasi: Suatu upaya mewujudkan keadilan substantif. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(1), 186–194.

Yudini, D. (2022). Analisis tanggung jawab pengelola parkir terhadap kehilangan kendaraan. Jurnal Hukum Bisnis, 11(3), 41–49.

Website

Pajakku. (2025, Mei 2). Kenali ketentuan PBJT jasa parkir dan bedanya retribusi parkir. https://artikel.pajakku.com/kenali-ketentuan-pbjt-jasa-parkir-dan-bedanya-retribusi-parkir

Sumber di Luar Buku dan Jurnal

Bulan, R. (2020). Perlindungan hukum konsumen jasa parkir kendaraan mobil: Studi putusan Mahkamah Agung Nomor 458 K/Pdt.Sus-BPSK/2017 (Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Simanjuntak, E. P. (1980). Pengertian dan ruang lingkup pertanggungan. Dalam Simposium tentang hukum asuransi (pp. 25–26).

Yudini, D. (2008). Hubungan hukum antara pengelola jasa perparkiran dan pengguna jasa parkir (Tesis, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Depok).

Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Keputusan Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/1996 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir.

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 28 Tahun 2006 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir.

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pajak Parkir.

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Penataan Parkir, Pasal 35 ayat (3).

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah, Pasal 1 angka 29 dan Pasal 33.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Pasal 1 angka 13.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pasal 1 angka 1.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Downloads

Published

2025-09-23

How to Cite

Rahmad Tullah, Purwanto Purwanto, & Setiyo Utomo. (2025). Batasan Tanggung Jawab Hukum Pengelola Jasa Parkir: Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2157 K/Pdt/2010. Referendum : Jurnal Hukum Perdata Dan Pidana, 2(3), 81–95. https://doi.org/10.62383/referendum.v2i3.1135