Studi Tentang Strategi Komunikasi Publik Kominfo Kota Bengkulu dalam Mendorong Literasi di Masa Transformasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i3.1074Keywords:
Public communication strategy, Digital literacy, Digital transformation, Diffusion of innovation, Local governmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah proses transformasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks), perlindungan data pribadi, serta etika bermedia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Diskominfo, staf pelaksana program, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan edukasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Bengkulu menerapkan strategi komunikasi publik yang terencana dengan memadukan pendekatan informatif, persuasif, dan partisipatif. Media yang digunakan meliputi saluran daring seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi pesan instan, serta saluran luring berupa pelatihan tatap muka, sosialisasi di tingkat kelurahan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penyusunan pesan literasi digital dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu terkini, di antaranya pencegahan hoaks, keamanan data pribadi, dan etika penggunaan media digital. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penelitian juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan kesenjangan tingkat literasi digital antar kelompok sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi publik sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan audiens. Selain itu, studi ini menggarisbawahi relevansi teori Difusi Inovasi dalam memahami pola adopsi literasi digital di masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif dalam mendorong literasi digital di era transformasi digital yang terus berkembang.
Downloads
References
Adolph, A. (2016). Komunikasi publik dan pengaruhnya terhadap perubahan sosial. Jakarta: Prenadamedia Group.
Ayu, D. P., & Puri, F. S. (2025). Strategi komunikasi Kominfo dalam meningkatkan literasi digital di daerah urban. Jurnal Komunikasi Digital, 11(1), 34–46.
Cangara, H. (2005). Perencanaan dan strategi komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Creswell, J. W. (2014). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (Edisi ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daryanto. (2014). Media pembelajaran: Peranannya sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
DeVito, J. A. (2011). Komunikasi antar manusia (Edisi kelima). Jakarta: Karisma Publishing Group.
DeVito, J. A. (2011). Komunikasi antar manusia. Jakarta: Penerbit Kencana.
Effendy, O. U. (2007). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fatimah, S., Hidayat, R., & Nuraini, L. (2024). Evaluasi strategi literasi digital Kementerian Kominfo. Jurnal Informasi dan Literasi Digital, 9(2), 20–36.
Fitria, N., Prasetya, R., & Syamsudin, M. (2021). Literasi digital di era disinformasi: Strategi pendidikan media. Jurnal Komunikasi Massa, 8(1), 49–61.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: Wiley Computer Publishing.
Gilster, P. (1997). Literasi digital (Alih bahasa). Bandung: Mizan.
Griffin, E. (2012). A first look at communication theory (8th ed.). New York: McGraw-Hill.
Gunawan, T., Lestari, M., & Fauzan, A. (2023). Peran pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi digital. Jurnal Ilmu Komunikasi Pemerintahan, 5(1), 13–26.
Hasibuan, M., Sari, Y., & Muliani, L. (2023). Strategi komunikasi publik dalam program literasi digital di wilayah perkotaan. Jurnal Komunikasi Sosial, 7(3), 74–87.
Hidayat, F. (2023). Transformasi literasi digital di Indonesia: Studi implementasi oleh Kominfo. Jurnal Teknologi & Literasi, 6(1), 11–25.
Katadata Insight Center, & Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2022). Indeks literasi digital Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kominfo.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (Terj. Tjetjep Rohindi Rohidi). Jakarta: UI Press.
Pangestu, M., & Christin, V. (2022). Strategi komunikasi pemerintah dalam meningkatkan literasi digital masyarakat di era disrupsi. Jurnal Komunikasi Pemerintahan, 5(2), 102–115.
Rogers, E. M. (2003). Difusi inovasi (Edisi kelima, terj. Dwi Prasetya). Jakarta: Salemba Humanika.
Setiawan, R. (2020). Strategi komunikasi Dinas Kominfo dalam literasi digital siswa sekolah menengah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 55–67.
We Are Social, & Hootsuite. (2023). Laporan digital Indonesia 2023. Jakarta: We Are Social.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



