Pertanggung Jawaban Pidana Terhadap Kapal Ikan dalam Negeri yang Tidak Memenuhi Standar Keselamatan Berlayar

Authors

  • Rio Herdy Saputra Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Dinda Anisa Septiani Putri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Riska Ayu Sekarsari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Adrian Yan Permana Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Masitha Tismananda Kumala Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/presidensial.v3i1.1434

Keywords:

Criminal Liability, Fishing Vessels, Law Enforcement, Safety Standards

Abstract

In Indonesia, maritime safety remains a problem. Ship captains and ship owners often disregard maritime safety standards, particularly for fishing vessels. Provisions for criminal liability for domestic fishing vessels that fail to meet maritime safety standards are an important legal instrument for regulating and enforcing maritime safety regulations in the fisheries sector. Failure of vessels to comply with safety requirements, such as the completeness of safety equipment, engine condition, and vessel structure, can potentially lead to accidents that endanger the lives of crew members and negatively impact the marine environment. This study uses a normative research method with a legislative approach. This article focuses on examining aspects of criminal liability, including the subjects, objects, and legal sanctions imposed for violations of maritime safety standards. The results indicate that perpetrators of violations can be subject to criminal sanctions in the form of fines, detention, and even revocation of vessel operating permits, taking into account human rights and environmental protection. Effective and synergistic law enforcement between relevant authorities is essential to provide a deterrent effect, encourage compliance with safety standards, and improve the system for the sustainability of marine resources.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alexandro, V. H., & Rahmawati, M. (2018). Pertanggungjawaban pidana terhadap kecelakaan kapal akibat tidak laik laut. Jurnal Hukum Adigama, 1(2), 774–799.

Ismajaya, I., Purwangka, F., & Iskandar, B. H. (n.d.). Tingkat konsekuensi bahaya pada aktivitas pengawasan kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan di pos pelayanan. Mitra Sains.

Kumala, M. T. (2023). The philosophical basis of the authority of coastal states to manage natural resources in their exclusive economic zone (EEZ). Transactions on Maritime Science (TOMS), 12(1). https://doi.org/10.7225/toms.v12.n01.w05

Kumala, M. T., et al. (2024). Economic analysis of law on catch quota based measured fishing regulations in Indonesia. Lex Portus, 10(6). https://doi.org/10.62821/lp10601

Mimbar Maritim. (2021, April 5). KSOP Tarakan tuntaskan penegakan hukum di laut terhadap dua kasus pelanggaran pelayaran. Diakses 5 April 2021, pukul 15.38 WITA, dari https://mimbarmaritim.com

Naufal Abdurrahman, & Cahyagi, D. (n.d.). Strategi penguatan produktifitas, keamanan, dan keselamatan maritim nasional.

Pandelaki, B., & Sitinjak, E. (2020). Pengaturan pertanggungjawaban hukum terhadap nahkoda yang melakukan tindak pidana dalam melayarkan kapal tidak laik laut sehingga menyebabkan kecelakaan.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17/PERMEN-KP/2014 tentang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1994 jo. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/07/M.PAN/2004.

Putri, E. N., Diamantina, A., & Pinilih, S. A. G. (2017). Tugas dan wewenang syahbandar pelabuhan perikanan menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan di Kabupaten Rembang. Diponegoro Law Journal, 6(2).

Radar Bali Jawa Pos. (2021, April 5). Duh berlayar tanpa dokumen, nakhoda kapal ikan Mulya Bahari jadi TSK. Diakses 5 April 2021, pukul 15.37 WITA, dari https://radarbali.jawapos.com

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

United Nations. (1982). United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Rio Herdy Saputra, Dinda Anisa Septiani Putri, Riska Ayu Sekarsari, Adrian Yan Permana, & Masitha Tismananda Kumala. (2026). Pertanggung Jawaban Pidana Terhadap Kapal Ikan dalam Negeri yang Tidak Memenuhi Standar Keselamatan Berlayar. Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik, 3(1), 01–15. https://doi.org/10.62383/presidensial.v3i1.1434

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.