Analisis Unsur Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Sistem Bayar Panen

Studi Kasus Putusan Nomor 41/Pid.Sus.TPK/2024/PN. MTR

Authors

  • Roli Pebrianto Universitas Samawa
  • Noviana Noviana Universitas Samawa
  • Muhammad Panji Prabu Dharma Universitas Samawa
  • Syarif Dahlan Universitas Samawa

DOI:

https://doi.org/10.62383/referendum.v2i4.1442

Keywords:

Civil Law Conduct, Corruption Offense, KUR Financing, Law Enforcement, State Financial Loss

Abstract

This study seeks to examine how the element of state financial loss is applied in corruption cases that originate from private-law relationships, specifically in the context of Micro People’s Business Credit (KUR) financing using the Yarnen Porang scheme, as reflected in Decision Number 41/Pid.Sus.TPK/PN.MTR. The central issue addressed is the manner in which the panel of judges construed and affirmed the existence of a state financial loss that, in substance, arose from a civil act, namely the performance of a financing cooperation agreement between a banking institution and an offtaker. By employing a normative juridical approach and conducting an in-depth analysis of the judicial decision, this research concludes that the alleged state financial loss in the a quo case remains merely prospective in nature and does not satisfy the requirement of an actual and definite loss as mandated by positive law. Furthermore, evidence demonstrating that the financing funds were enjoyed by a third party rather than by the accused indicates a misapplication in attributing criminal liability. Consequently, the criminal prosecution of conduct that is essentially civil in character reflects an expansive interpretation of the state loss element, which is inconsistent with the principle of legality and the doctrine of prudence in the enforcement of corruption laws.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Armia, M. S. (2022). Penentuan Metode dan Pendekatan Penelitian Hukum. LKKI Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Fridawati, T., Gunawan, K., Andika, R., Rafi, M., Ramadhan, R., & Isan, M. (2024). Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia: Kajian Pustaka terhadap Literatur Hukum Pidana. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 317–328. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.149

Ghani, M. F. I., & Saputra, G. (2025). Tindak Pidana Korupsi Sebagai Kejahatan Luar Biasa dan Strategi Pemberantasannya di Indonesia. Jurnal Terekam Jejak (JTJ) Special Edition, 3(2), 23–32.

Lawalata, I. J. A., & Picauly, J. H. (2024). Efektifitas Praktik Penegakan Hukum Perkara Tindak Pidana Korupsi Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 3418–3425. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i5.4769

Mahesa, P. K. S., & Danyathi, A. P. L. (2025). Penerapan Prinsip Ultimum Remedium dalam Kebijakan Kriminalisasi di Indonesia: Tinjauan Teoritis dan Praktis. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(9). https://doi.org/10.62281/ax2d1f19

Mappatunru, A. M. D. (2021). Unsur Memperkaya dan Menguntungkan Diri Sendiri, Orang Lain atau Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Media Hukum, 9(2), 59–69. https://doi.org/10.59414/jmh.v9i2.430

Muslim, D. R., Anwar, S., & Suradi. (2025). Analisis Putusan Hakim terhadap Perbuatan Tindak Pidana Korupsi Yang Dapat Merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara (Studi Putusan Nomor : 29/Pid.Sus-TPK/2025/PN Bdg). Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah, 1(6), 290–304. https://journal.sahakreasindo.co.id/index.php/ar-rasyid

Pertiwi, P. B., & Quthni, M. R. D. (2023). Kerugian Keuangan Negara dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Perspektif Yuridis Normatif. Rechtstudent Journal, 4(2), 189–202. https://doi.org/10.35719/rch.v4i2.299

Pradika, D. H., Sukinta, & Cahyaningtyas, I. (2022). Tinjauan tentang Pembuktian Unsur Memperkaya Diri Sendiri atau Orang Lain atau Suatu Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi. Diponegoro Law Journal, 11(2). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/33608

Prakoso, T. S. M. (2014). Pemenuhan Unsur Memperkaya Diri Sendiri atau Orang Lain atau Menguntungkan Diri Sendiri atau Orang Lain atau Korporasi aalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Pada Putusan Hakim Perkara Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Nomor 238/Pid.B/2009/PN.KRAY Jo. No. Recidive: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 3(1), 17–28.

Prawira, M. R. Y. (2024). Potensi Overkriminalisasi pada Pengaturan Tindak Pidana Kohabitasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana: Perspektif Fair Trial. Jurnal Hukum Statuta, 4(1), 31–49. https://doi.org/10.35586/jhs.v4i1.9530

Puanandini, D. A., Maharani, V. S., & Anasela, P. (2025). Korupsi sebagai Kejahatan Luar Biasa : Analisis Dampak dan Upaya Penegakan Hukum. PUBLIC SPHARE: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 4(1), 44–52. https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1173

Ramadhan, F., & Mardijono, H. R. A. (2023). Kemampuan Bertanggung Jawab Orang yang Mempunyai Gangguan Jiwa Akibat Melakukan Tindak Pidana Narkotika. Harmonization : Jurnal Ilmu Sosial, Ilmu Hukum, dan Ilmu Ekonomi, 1(2), 85–94. https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/HN/article/view/309

Satria, H. (2021). Perluasan Makna Kerugian Keuangan Negara dalam Korupsi Izin Usaha Pertambangan. Jurnal Yudisial, 13(2), 165–186. https://doi.org/https://doi.org/10.29123/jy.v13i2.417

Simatupang, D. P. N. (2022). Keuangan Negara dan Kerugian Negara: Perspektif Fenomenologi dan Rekonsiliasi Hukum. Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Singal, C. E. (2024). Aspek Hukum Hukum Pemberian Kredit Usaha Rakyat Tanpa Jaminan/Agunan yang Mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 2885–2900. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.12344

Sofian, A. (2025). Tafsir Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Dikaitkan dengan Ajaran Kausalitas. Halu Oleo Law Review, 9(2), 82–98. https://doi.org/10.33561/holrev.v9i2.140

Suarni, Antoni, H., Asmarani, N., Wahyuni, S., & Amalia, M. (2024). Buku Referensi Hukum Pidana: Teori komprehensif. PT. Sonpedia Publishing.

Suhendar, & Kartono. (2020). Kerugian Keuangan Negara Telaah dalam Perspektif Hukum Administrai Negara dan Hukum Pidana. Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 11(2), 233–246.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak pidana korupsi.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Roli Pebrianto, Noviana Noviana, Muhammad Panji Prabu Dharma, & Syarif Dahlan. (2025). Analisis Unsur Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Sistem Bayar Panen : Studi Kasus Putusan Nomor 41/Pid.Sus.TPK/2024/PN. MTR. Referendum : Jurnal Hukum Perdata Dan Pidana, 2(4), 94–106. https://doi.org/10.62383/referendum.v2i4.1442

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.