Penggelapan Dana Indonesia Pintar: Ancaman Serius bagi Hak Pendidikan Anak Bangsa

Authors

  • Annisa Nur Hanifah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Hasna Yunihanifah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yunita Nur Rahmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mozart Tiasylva Syah Nuhandika Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Kanaya Ayodya Indra Prasta Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nurlaily Fauziaturrina Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/majelis.v3i1.1394

Keywords:

Education Corruption, Embezzlement of Funds, Right to Education, Smart Indonesia Program, Supervision

Abstract

The Indonesia Pintar Program (PIP) serves as a strategic state instrument to ensure equitable access to education for children from low-income families, in accordance with the constitutional mandate. However, the prevalence of fund embezzlement poses a severe threat to the fulfillment of these educational rights. This study aims to analyze the structural and institutional dynamics triggering fund misappropriation, evaluate the effectiveness of current oversight mechanisms, and formulate strategies to mitigate such violations. This research employs a normative legal method with a descriptive-analytical approach, utilizing statutory and socio-legal analysis to examine regulations such as Law No. 20 of 2003 and relevant ministerial decrees. The findings reveal that embezzlement is driven by complex structural factors, including data asymmetry between Dapodik and DTKS, weak internal supervision, and a lack of transparency in fund distribution. Furthermore, legal enforcement remains suboptimal, often limited to administrative sanctions due to difficulties in proving mens rea and poor coordination among law enforcement agencies. The study concludes that current oversight mechanisms are insufficient to curb corruption in the education sector. Therefore, comprehensive reform is urgently needed, focusing on the integration of digital data systems, the implementation of e-audits, and the enhancement of civil society participation to ensure accountability. These measures are essential to protect the constitutional rights of children and ensure that education funds reach their intended beneficiaries without leakage.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M. (2001). Kamus lengkap bahasa Indonesia modern. Pustaka Amani.

Arsita, E., Syafruddin, S., & Ilyas, M. (2022). Anak putus sekolah (studi di masyarakat Desa Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(1), 844–853. https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v9i1.182

Azizah, L. N. (n.d.). Pengertian penggelapan dana: Hukum dan contoh kasusnya. Gramedia Literasi.

Bakiyah. (2022). Pendidikan Indonesia era globalisasi. Jurnal Kependidikan, 7(1), 82–87.

Disemadi, H. S. (2022). Lenses of legal research: A descriptive essay on legal research methodologies. Journal of Judicial Review, 24(2), 289–304. https://doi.org/10.37253/jjr.v24i2.7280

Edo, A., & Yasin, M. (2024). Dampak kesenjangan akses pendidikan dan faktor ekonomi keluarga terhadap mobilitas sosial. SINOVA: Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial, 2(3), 317–326. https://doi.org/10.71382/sinova.v2i3.175

Hermawan, F. T., Soesanto, E., & Nurcahyo, S. D. (2023). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab korupsi di sektor pendidikan. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 2(6), 10–20. https://doi.org/10.9644/scp.v1i1.332

Hermawan, F. T., Soesanto, E., & Nurcahyo, S. D. (2024). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab korupsi di sektor pendidikan. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 2(7), 31–40.

Indonesia Corruption Watch. (2021, November 19). Tren penindakan korupsi sektor pendidikan: Pendidikan di tengah kepungan korupsi.

Jumanah, & Rosita, H. (2022). Evaluasi Program Indonesia Pintar dalam upaya pemerataan pendidikan. The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 8(2), 72–84. https://doi.org/10.52447/ijpa.v8i2.6042

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 14 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar. Kemendikbudristek.

Kesumadewi, A. K. (2019). Penerapan e-government di Indonesia sebagai upaya pemberantasan korupsi. Wacana Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1), 101–116.

Listianingsih, D. M., & Rosikah, C. D. (2016). Pendidikan antikorupsi: Teori dan praktik. Sinar Grafika.

Media Dosen. (2023). Memahami jenis-jenis metode penelitian hukum.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Njoto, D. L. B. (2024). Rekonstruksi asas actus non facit reum nisi mens rea dalam tindak pidana. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3344–3355. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3735

Nurfauziah. (2023). Pendidikan dalam peningkatan SDM Indonesia. Penerbit Akademika.

Nuriyawati, N., Maryanto, M., & Abdullah, G. (2025). Pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana BOS terhadap mutu pendidikan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 143–151. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4689

Priansa, D. J., & Rismi, A. (2014). Manajemen supervisi dan kepemimpinan kepala sekolah. Alfabeta.

Pujiati, T. (2018, December 20). Korupsi dana pendidikan: Belajar dari kasus Bupati Cianjur. Republika Online. https://analisis.republika.co.id/berita/pk0k2j440/korupsi-dana-pendidikan-belajar-dari-kasus-bupati-cianjur

Puspito, N. T., Elwina, M. S., Utari, I. S., & Kurniadi, Y. (2011). Pendidikan antikorupsi untuk perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Rahmatin, U. Z., & Soejoto, A. (2017). Pengaruh tingkat kemiskinan dan jumlah sekolah terhadap angka partisipasi sekolah (APS) di Kota Surabaya. JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan, 1(2), 127–140. https://doi.org/10.26740/jpeka.v1n2.p127-140

Rais, A. (2022). Keadilan pendidikan di Indonesia. Pustaka Pelajar.

Robo, B. D., & Syafari, T. (2023). Karakteristik tindak pidana korupsi bidang pendidikan di Provinsi Maluku Utara. MENDAPO: Journal of Administration Law, 4(1), 34–45. https://doi.org/10.22437/mendapo.v4i1.23357

Syahadat, M. I. (2024). Politik pork barrel: Bantuan sosial (bansos) Jokowi menjelang pemilihan presiden 2024. Journal Publicuho, 7(4), 2340–2350. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i4.621

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 372.

Watch, I. C. (2023). Laporan hasil pemantauan tren penindakan kasus korupsi tahun 2022. https://antikorupsi.org/sites/default/files/dokumen/Narasi%20Laporan%20Tren%20Penindakan%20Korupsi%20Tahun%202022.pdf

Wibawa, D. S., Agustian, M., & Warmiyati, M. T. (2021). Pendidikan antikorupsi sebagai tindakan preventif perilaku koruptif. MUQODDIMA: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.47776/MJPRS.002.01.01

Wibowo, A. (2013). Pendidikan antikorupsi di sekolah. Pustaka Pelajar.

Wiraguna, S. A. (2025). Eksplorasi metode penelitian dengan pendekatan normatif dan empiris dalam penelitian hukum di Indonesia. Lex Jurnalica, 22(1), 66–72. https://doi.org/10.47007/lj.v22i1.8801

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Annisa Nur Hanifah, Hasna Yunihanifah, Yunita Nur Rahmawati, Mozart Tiasylva Syah Nuhandika, Kanaya Ayodya Indra Prasta, & Nurlaily Fauziaturrina. (2026). Penggelapan Dana Indonesia Pintar: Ancaman Serius bagi Hak Pendidikan Anak Bangsa. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 3(1), 01–14. https://doi.org/10.62383/majelis.v3i1.1394

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.