Penegakan Hukum Pidana terhadap Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Tempat Umum

(Studi Komparatif KUHP Lama dan Baru Berdasarkan Putusan PN Kab. Semarang No.145/Pid.C/PN UNR )

Authors

  • Gunawan Widjaja Universitas 17 Agustus 45 Jakarta
  • Songga Aurora Abadi Universitas 17 Agustus 45 Jakarta
  • Alam Anbari Universitas 17 Agustus 45 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i3.1001

Keywords:

vagrants, beggars, 2023 Criminal Code, Article 504, Article 425, law enforcement, social rehabilitation

Abstract

The phenomenon of homelessness and begging in public places remains a complex social problem that impacts public order and legal norms. The main problem in this study is how criminal law is applied to homelessness and begging in public places, and how the provisions compare in the old Criminal Code and the new Criminal Code based on Law Number 1 of 2023. This study uses a normative juridical method with a legislative approach and literature study. In the old Criminal Code, begging is regulated in Article 504, which threatens imprisonment for anyone who begs in public. Meanwhile, the new Criminal Code regulates similar acts in Article 425, which no longer uses the term "begging" explicitly, but regulates the prohibition against the repeated exploitation of certain activities in public places that disturb the community. The results of the study show that although there is continuity in substance, the new Criminal Code tends to use a more humanistic approach and emphasizes social rehabilitation. Law enforcement against homelessness and begging still faces various obstacles such as low public reporting, limited police supervision, and a lack of rehabilitation facilities. Therefore, the main conclusion of this study is that a repressive approach alone is insufficiently effective. An integrated legal strategy is needed, combining penal and non-penal approaches with the active involvement of the government, the community, and social institutions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Buku

Schaffmeister, N. Keijzer, E. Sutorius, 1995, Hukum Pidana, Liberti, Yogyakarta.

Utrecht, 1994, Rangkaian Sari Kuliah Hukum Pidana I, Pustaka Tinta Mas,

Surabaya.

Hartono Hadisoeprapto, 1996, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Edisi 4, Liberty, Yogyakarta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Negara Republik Indonesia Beserta Penjelasannya, 2003, Citra Umbara, Bandung.

B. Publikasi Ilmiah, Makalah Jurnal, Skripsi

Maryatun Maryatun (2022 ) “Upaya Penanganan Permasalahan Gelandangan Dan Pengemis” Sosio Informa : Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 1.

Annisa Rahmadanita (2019 )” Pembinaan ketentraman dan ketertiban Umum (Studi Kasus Gelandangan dan Pengemis) JURNAL TATAPAMONG, Vol 1, No 2.

C. Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang-undang Dasar 1945

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis Pasal 1 ayat 1.

R. Soesilo, 1996, KUHP dan Penjelasannya, Politeia, Bogor.

Undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisiann Negara Republik Indonesia Bab III pasal 13

D. Sumber Internet Lainnya

Mengurai Fenomena Gelandangan dan Pengemis di Indonesia.

https://dinsos.bandaacehkota.go.id/mengurai-fenomena-gelandangan-danpengemis-di-indonesia/

Gelandangan dan Pengemis - Kriteria, Jenis, Penyebab dan Penanggulangan

https://www.kajianpustaka.com/2022/05/gelandangan-dan-pengemis.html

Gelandangan dan pengemis memang telah menjadi masalah nasi

Downloads

Published

2025-07-15

How to Cite

Gunawan Widjaja, Songga Aurora Abadi, & Alam Anbari. (2025). Penegakan Hukum Pidana terhadap Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Tempat Umum: (Studi Komparatif KUHP Lama dan Baru Berdasarkan Putusan PN Kab. Semarang No.145/Pid.C/PN UNR ). Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik, 2(3), 72–81. https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i3.1001

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.