Mekanisme Pelaksanaan Pengurusan Wasiat Tertutup di Balai Harta Peninggalan

Authors

  • Widya Yuniati Siregar Program Studi Ilmu Hukum, Universitas HKBP Nommensen
  • Besty Habeahan Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i4.1209

Keywords:

Balai Harta Peninggalan, Closed Will, KUHPerdata, Legal Certainty, Protection of Rights

Abstract

A will is a legal instrument that enables an individual to determine the distribution of their assets after death. One type recognized in the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) is the closed will (testament olograph), written or signed confidentially by the testator and submitted to a notary before four witnesses. This form of will emphasizes secrecy and the protection of the testator’s final intentions, requiring a clear legal framework to ensure its validity and lawful execution. Within this framework, the Balai Harta Peninggalan, or Heritage Hall, functions as a state institution responsible for receiving, safeguarding, unsealing, and executing closed wills after the testator’s death. The institution’s role ensures that the process is orderly, transparent, and legally compliant. This study examines the procedural mechanism for administering closed wills by the Balai Harta Peninggalan, covering the stages from unsealing to execution in accordance with statutory provisions. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, the research analyzes the Civil Code, implementing regulations, and legal literature. The findings show that the execution of closed wills under Balai Harta Peeninggalan’s authority is well regulated under Indonesian law and plays a key role in ensuring legal certainty and protecting heirs’ rights. However, administrative obstacles and low public awareness remain significant challenges.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Adji, H. (2015). Hukum Waris Menurut KUH Perdata Dalam Peraturan Perundang-undangan Lain. Sinar Grafika.

Balai Harta Peninggalan. (2024). Buku Panduan Tugas Pokok & Fungsi Balai Harta Peninggalan. Medan.

Komar. (2018). Hukum Waris BW: Studi Kasus, Teori, dan Peraturan. Kencana Prenada Media Group.

Lumban Tobing, G. H. S. (1993). Hukum Waris Dalam Sistem Hukum Perdata Indonesia. Penerbit Erlangga.

Marzuki, P. M. (2010). Penelitian hukum. Kencana.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2014). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali.

Jurnal

Aminah, S., & Siregar, S. N. T. M. (2022). Tinjauan Yuridis Kewenangan Balai Harta Peninggalan Dalam Pembuatan Surat Keterangan Waris. Jurnal Mercatoria, 15(1), 1-11.

Herlina, & Suherman. (2022). Analisis Hukum Pembuatan Akta Wasiat Di Hadapan Notaris Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan. Jurnal Opini Hukum, 3(1), 96-110.

https://doi.org/10.51622/njlo.v3i1.465

Idman, W. (2018). Keabsahan Surat Wasiat Yang Tidak Dilaporkan Pada Balai Harta Peninggalan. Jurnal Hukum Legal Opinion, 6(5), 37-45.

Iswanto. (2021). Tanggung Jawab Notaris Dalam Penyimpanan Akta Wasiat Olographis. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 4(2), 10.

Jurnal Hukum dan Pembangunan. (2020). Peran Balai Harta Peninggalan dalam Pelaksanaan Wasiat di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 451-462.

Kadir, M. Z. (2018). Peran Balai Harta Peninggalan dalam Pengawasan Pelaksanaan Wasiat Menurut KUHPerdata. Jurnal Ilmu Hukum, 8(2), 120.

Rahmawati, D. (2020). Peran Balai Harta Peninggalan. Jurnal Lex Administratum, 9(2), 87-100.

Simatupang, T. H. (2018). Eksistensi dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas Balai Harta Peninggalan di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(4), 556-570.

https://doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.397-414

Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Indonesia. (1872). Staatsblad No. 166 tentang Instruksi Balai Harta Peninggalan di Indonesia.

Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris jo. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

https://doi.org/10.30736/ji.v2i2.22

Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Harta Peninggalan.

Downloads

Published

2025-11-11

How to Cite

Widya Yuniati Siregar, & Besty Habeahan. (2025). Mekanisme Pelaksanaan Pengurusan Wasiat Tertutup di Balai Harta Peninggalan . Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(4), 77–88. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i4.1209

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.