Peran Notaris dalam Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Masyarakat Lokal dalam Pembangunan IKN Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2022

Authors

  • Ilyas Budi Saputra Universitas Islam Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1098

Keywords:

IKN, Land Rights, Legal Protection, Local Communities, Notary

Abstract

The relocation of the National Capital (IKN) through Law Number 3 of 2022 raises the potential for serious issues related to the land rights of local communities, particularly indigenous communities who have long inhabited and utilized the area. In the context of IKN development, community rights often clash with the interests of the state and investors, thus creating the risk of violations of basic rights, including land rights, which are an important part of their social, cultural, and economic identity. Notaries, as public officials, have a strategic role in ensuring that every process of transferring land rights is carried out legally, fairly, and in accordance with legal provisions. This study aims to analyze the extent to which the IKN Law protects the rights of local communities and how the role of notaries in notarial practice can ensure justice for the parties involved. The research method used is normative juridical with a qualitative approach through a review of regulations, legal doctrine, and an analysis of notarial practices relevant to IKN development. The results show that although the IKN Law contains general norms regarding respect for the rights of local communities, the legal protection provided is still weak and has not been accompanied by adequate technical regulations. The role of notaries in this context has also been suboptimal due to limited scope of authority and the lack of specific guidelines for overseeing the transfer of land rights in the new capital development area. This research emphasizes the need to strengthen derivative regulations and optimize the role of notaries to serve as a crucial instrument in ensuring legal certainty, justice, and the protection of the rights of indigenous communities during the new capital development.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). (2023). Analisis regulasi hak ulayat dalam konteks pembangunan nasional. Jakarta: BPHN Kemenkumham.

Darman, Sudirman, M., & Djaja, B. (2024). Perlindungan hukum bagi masyarakat lokal yang menolak hak tanahnya diambil alih untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara. Jurnal Global Ilmiah, 2(2). https://doi.org/10.55324/jgi.v2i2.141

Dewi, F. (2023). Pendidikan hukum oleh notaris dalam transaksi pertanahan. Jurnal Kenotariatan Indonesia, 7(1), 12–27.

Dzakiah, W. P., Sudirman, M., & Djaja, B. (2025). Upaya perlindungan hukum terhadap dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara terhadap kepemilikan tanah masyarakat lokal. Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(3), 100–111. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i3.677

ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat). (2022). FPIC dan hak masyarakat adat dalam proyek strategis nasional. Jakarta: ELSAM.

ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat). (2023). Kajian partisipasi masyarakat lokal dalam proyek strategis nasional IKN. Jakarta: ELSAM.

Firnaherera, V. A., & Lazuardi, A. (2022). Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Antisipasi persoalan pertanahan masyarakat hukum adat. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 1(1), 71–84. https://doi.org/10.21787/jskp.1.2022.71-84

Harsono, B. (2019). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan undang-undang pokok agraria, isi dan pelaksanaannya (Edisi revisi). Jakarta: Djambatan.

Ikatan Notaris Indonesia (INI), & Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). (2023). Rekomendasi profesi notaris dalam pembangunan IKN. Jakarta: INI–IPPAT.

Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum.

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2023). Pedoman teknis pengadaan tanah IKN. Jakarta: ATR/BPN.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2022). Evaluasi nasional implementasi Permendagri No. 52 Tahun 2014. Jakarta: Kemendagri.

Kementerian PPN/Bappenas. (2022). Rencana strategis nasional IKN 2022–2024. Jakarta: Bappenas.

Komnas HAM RI. (2023). Laporan tahunan Komnas HAM: Konflik agraria dan hak masyarakat adat di kawasan IKN. Jakarta: Komnas HAM.

Monasari, S., & Edrisy, I. F. (2025). Perlindungan hukum bagi masyarakat adat atas hak tanah dalam perspektif hukum nasional. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), 3533–3543. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i2.8252

Nadilatunnisa, N. (2025). Peran notaris dalam pengalihan hak atas tanah yang ditetapkan sebagai tanah terlantar. Unes Journal of Swara Justisia, 9(2). https://doi.org/10.31933/83h87g61

Pusat Studi Hukum dan HAM UII. (2024). Notaris dan keadilan sosial dalam proyek strategis nasional. Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Rahman, H. (2024). Notaris dan ketimpangan hukum dalam pembangunan. Jurnal Hukum dan Keadilan, 11(2), 88–104.

Soekanto, S. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum (Cetakan ke-10). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sumardjono, M. S. W. (2020). Tanah dalam perspektif hak ekonomi, sosial dan budaya. Yogyakarta: Fakultas Hukum UGM Press.

Widjaja, G. (2021). Seri hukum pertanahan: Akta PPAT dalam praktik. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Zamil, Y. S., & Trisnamansyah, P. (2022). Peran notaris dalam perjanjian pengelolaan pulau-pulau kecil oleh swasta. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 5(2), 221–234. https://doi.org/10.23920/acta.v5i2.683

Downloads

Published

2025-08-21

How to Cite

Ilyas Budi Saputra. (2025). Peran Notaris dalam Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Masyarakat Lokal dalam Pembangunan IKN Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2022. Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(4), 01–10. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1098

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.