Analisis Pertanggung Jawaban Pidana terhadap Pelaku Pemalsuan Merk

(Studi Putusan Nomor : 381/Pid.Sus/2023/PN.Tjk)

Authors

  • Lovely Ardhanes Wira Universitas Lampung
  • Diah Gustiniati Maulani Universitas Lampung
  • Emilia Susanti Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.62383/majelis.v2i3.1107

Keywords:

Criminal Offense, Geographical Indication, qualitative descriptive, Registered Trademark, Unauthorized Use

Abstract

The government’s efforts to provide protection for trademark rights holders have been implemented by enacting and updating laws on trademarks. However, in reality, crimes against trademark rights continue to occur, including in the jurisdiction of the Tanjung Karang District Court. This research addresses the following issues: What are the judges' considerations in cases of unauthorized use of registered trademarks, and how is the criminal analysis of such offenses reflected in Decision Number: 381/Pid.Sus/2023/PN.Tjk? This study uses normative and empirical legal research methods, with statutory and conceptual approaches. The data type used is secondary data obtained through literature study. Data processing involved selection, classification, and organization. The data were analyzed using a descriptive qualitative method. The findings of this research indicate that the judge's legal basis in sentencing the defendant for the unauthorized use of a registered trademark in Decision Number: 381/Pid.Sus/2023/PN.Tjk includes juridical considerations—specifically that the defendant was legally and convincingly proven to have committed a criminal offense as regulated under Article 100 paragraph (1) of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. Philosophically, the judge considered the imposed sentence as a means of rehabilitation and deterrence. Sociologically, the judge weighed both aggravating and mitigating factors in the sentencing. Criminal liability for the offender was based on the fulfillment of criminal responsibility elements, namely that the defendant was an adult and legally capable of committing the act. The element of fault was fulfilled, as the defendant knowingly and intentionally used a registered trademark without authorization, fully aware that such an act constitutes a criminal offense. The element of the absence of justification or excuse was also met, as the defendant committed the offense in a conscious and sound state of mind, without coercion.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Wahid. (2022). Keadilan restoratif: Upaya menemukan keadilan substantif. Jurnal Ius Constituendum, 7(2). https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5793

Ahmad Rifai. (2010). Penemuan hukum oleh hakim dalam perspektif hukum progresif. Sinar Grafika, Jakarta.

Amrullah, R. (2013). Konflik kewenangan antara penyidik Polri dan Polhut dalam rangka penanggulangan tindak pidana pencurian kayu. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 60, Th. XV, Agustus.

Aryo Fadlian. (2020). Pertanggungjawaban pidana dalam suatu kerangka teoritis. Jurnal Hukum Positum, 5(2).

Bahri, A. M. (2022). Mewujudkan keadilan dalam hukum pidana: Perspektif dan aplikasi. Yudhistira, Jakarta.

Dewi, E. K., et al. (2018). Pengantar dasar-dasar hukum pidana. Raja Grafindo Persada, Depok.

Fitri, S. (2018). Hukum pidana dan pengaruhnya terhadap masyarakat. PT. Raja Grafindo, Jakarta.

Hamzah, A. (2001). Bunga rampai hukum pidana dan acara pidana. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Hamzah, A. (2015). Hukum acara pidana Indonesia: Edisi revisi. Sinar Grafika, Jakarta.

Harnanto, T. A. (2019). Teori hukum pidana di Indonesia dan penerapannya. Eresco, Bandung.

Hatrik, H. (1996). Asas pertanggungjawaban korporasi dalam hukum pidana Indonesia. Raja Grafindo, Jakarta.

Hidayat, R. (2021). Hukum pidana: Konsep dan penerapannya di Indonesia. Penerbit Fikahati, Jakarta.

Hidayatullah, A. (2020). Kebijakan hukum pidana di Indonesia. Sinar Mas, Jakarta.

Hukum Online. (n.d.). Hak distribusi eksklusif. https://www.hukumonline.com/kamus/h/hak-distribusi-eksklusif

Ismail, M. S. (2018). Perkembangan hukum pidana di Indonesia: Dari masa ke masa. Pustaka Utama, Jakarta.

Kartini, R. (2020). Hukum acara pidana di Indonesia: Teori dan praktik dalam peradilan. Penerbit Harapan, Jakarta.

Manan, A. (2020). Teori dan praktik hukum pidana Indonesia. Sinar Grafika, Jakarta.

Rahardjo, S. (1998). Bunga rampai permasalahan dalam sistem peradilan pidana. Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum, Jakarta.

Rahardjo, S. (2008). Bunga rampai permasalahan dalam sistem peradilan pidana. Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum, Jakarta.

Rifai, A. (2018). Penemuan hukum oleh hakim dalam perspektif hukum progresif. Sinar Grafika, Jakarta.

Sari, L. P. (2021). Pemikiran hukum progresif dalam sistem peradilan Indonesia. Penerbit Harapan, Jakarta.

Setiawan, H. (2019). Pemidanaan dalam perspektif hukum internasional. Rajawali Pers, Jakarta.

Sinurat, E., Esther, J., & Nainggolan, O. (2020). Analisis hukum pemidanaan pelaku tindak pidana pemalsuan merek (Studi Kasus Putusan No: 87/Pid.Sus/2019/Pn.Pti). Jurnal Hukum Patik, 9(2), 2. https://doi.org/10.51622/patik.v9i2.233

Suryadi, T. (2019). Asas-asas hukum pidana Indonesia: Kajian teori dan praktek. Erlangga, Jakarta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Wiyanto, A. (2017). Rekonstruksi hukum pidana dalam sistem peradilan Indonesia. PT. Refika Aditama, Bandung.

Yuga Pradiansyah, H. Sinaga, & Tihadanah. (2024). Penerapan sanksi pidana terhadap pemalsuan merek dagang terkenal. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 2(12).

Yuniar, A. (2019). Pemalsuan merek: Studi kasus dan penerapan sanksi pidana. Pustaka Ilmu, Jakarta.

Downloads

Published

2025-08-22

How to Cite

Lovely Ardhanes Wira, Diah Gustiniati Maulani, & Emilia Susanti. (2025). Analisis Pertanggung Jawaban Pidana terhadap Pelaku Pemalsuan Merk: (Studi Putusan Nomor : 381/Pid.Sus/2023/PN.Tjk). Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(3), 222–239. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i3.1107

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.