Tinjauan terhadap Proses Pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan terhadap Narapidana Penerima Pembebasan Bersyarat

Studi pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung

Authors

  • Diva Okta Nurkhalifa Universitas Lampung
  • Diah Gustiniati Universitas Lampung
  • Fristia Berdian Tamza Universitas Lampung
  • Dona Raisa Monica Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.62383/majelis.v2i3.1108

Keywords:

Parole, Correctional Centers, Supervision, Social Reintegration, Barriers

Abstract

Parole is an important instrument in the social reintegration of inmates, with the Correctional Center (Bapas) playing a role in guidance, assistance, and supervision. This study analyzes the implementation of supervision by the Class I Correctional Center in Bandar Lampung for parole clients, as well as the obstacles encountered. The research employs a normative juridical and empirical approach, using both primary and secondary data, with sources including the Head of the Adult Client Guidance Section and a Criminal Law Lecturer at the University of Lampung. The findings indicate that supervision has been optimal, with no cases of parole revocation. The main obstacles include the absence of clear administrative sanctions, limited authority, weak law enforcement, inadequate facilities and technology, lack of inter-agency coordination, low public participation, and unsupportive client behavior. Improvements in regulations, enhancement of human resources quality, provision of adequate facilities, and strengthening community involvement are required to support the success of social reintegration

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmawati, H. (2022). Peran Balai Pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembimbingan terhadap klien pemasyarakatan (Studi pada Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang). Jurnal Evidence of Law, 1(1), 112.

Faturachman, A. (2019). Problematika hukum terhadap rencana pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir ditinjau dari sistem pelaksanaan pidana di Indonesia (Skripsi). Universitas Pasundan.

Gunadi. (2020). Penologi dan pemasyarakatan. Yogyakarta: Deepublish.

Hernawanti, N. (2020). Pembimbing kemasyarakatan terhadap klien pemasyarakatan. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran, 2(2), 116.

Mahrus, A. (2011). Dasar dasar hukum pidana. Jakarta: Sinar Grafika.

Panjaitan, P. I., & Simorangkir, P. (1995). Lembaga pemasyarakatan dalam perspektif sistem peradilan pidana. Jakarta: Pusat Sinar Harapan.

Sriwidodo, J. (2020). Perkembangan sistem peradilan pidana di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press.

Soemadipradja, D., dkk. (1979). Sistem pemasyarakatan di Indonesia. Bandung: Penerbit Bina Cipta.

Sudewo, F. A. (2021). Penologi dan teori pemidanaan. Jawa Tengah: PT. Djava Sinar Perkasa.

Sujatno, A. (2004). Sistem pemasyarakatan Indonesia: Membangun manusia mandiri. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM RI.

Susanto, D. B. (2013). Pola pelaksanaan bimbingan narapidana selama pembebasan bersyarat untuk tidak melakukan tindak pidana (Studi di Balai Pemasyarakatan Klas I Malang) (Skripsi). Universitas Brawijaya.

Widiyanti, Y. W. (1987). Kejahatan dalam masyarakat dan penyegahannya. Jakarta: Penerbit Bina Aksara.

Downloads

Published

2025-08-25

How to Cite

Diva Okta Nurkhalifa, Diah Gustiniati, Fristia Berdian Tamza, & Dona Raisa Monica. (2025). Tinjauan terhadap Proses Pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan terhadap Narapidana Penerima Pembebasan Bersyarat: Studi pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(3), 246–256. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i3.1108

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.