Problematika Kelembagaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Pengawasan Pinjaman Online dan Layanan Keuangan Digital di Indonesia

Authors

  • Anggita Lailatun Ni’mah Universitas Tidar
  • Bintang Afifah Nailah Universitas Tidar
  • Dyah Hayu Woro Universitas Tidar
  • Aldi Rizal Syahputra Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i4.1252

Keywords:

Digital Finance, Financial services sector, OJK, Online Loans, Supervision

Abstract

The development of the digital economy in Indonesia has driven various innovations in the financial services sector, including online lending services (PINJOL) and digital financial platforms. This phenomenon presents both opportunities and challenges for the national financial supervisory system. The Financial Services Authority (OJK), as the institution authorized to regulate and supervise financial services, is required to adapt its role to these dynamics. This study aims to examine the institutional challenges faced by the OJK in carrying out its supervisory function over online lending services and digital financial services in Indonesia. The methods used in this research are normative juridical, with a statute approach, legal theory and institutional theory (Conceptual approach), case approach, and a comparison of fintech supervisory models with those of other countries (Comparative approach). The results of this study are expected to provide an understanding of the OJK's institutional challenges and serve as evaluation material for formulating future digital financial supervisory policies. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adinda, D., & Agustina, R. (2025). Kelalaian Otoritas Jasa Keuangan dalam pengaturan dan pengawasan pinjaman online sebagai perbuatan melawan hukum penguasa: Studi kasus Putusan Kasasi No. 1206K/Pdt/2024. Lex Patrimonium, 4(1), 1–16.

Andayani, T. (2025). Pengawasan transaksi pinjaman online oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Concensus: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 30–31. https://doi.org/10.46839/consensus.v4i1.1454

Coase-Sandor Institute for Law & Economics. (2021). Stigler’s theory of economic regulation after fifty years (Research Paper No. 925). https://doi.org/10.2139/ssrn.3785342

Davina, A., & Agustina, R. (2025). Kelalaian Otoritas Jasa Keuangan dalam pengaturan dan pengawasan pinjaman online sebagai perbuatan melawan hukum penguasa: Studi kasus Putusan Kasasi No. 1206K/Pdt/2024. Lex Patrimonium, 4(1).

Fadilah, S. (2021). Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam perlindungan konsumen terhadap praktik fintech lending ilegal. Jurnal Rechts Vinding, 10(2). https://doi.org/10.22303/lj.2.2.2020.112-120

FCA (Financial Conduct Authority–UK). (2023). Approaches to supervision and use of big data analytics.

Hidayat, R., Afrioza, S., Adnandi, M. A., Supriyanto, B. E., & Sunata, H. (2024). Dampak pinjaman online pada mahasiswa UYM. Journal of Economic and Digital Business, 1(1), 1–6.

Kaim, N., & Ansari, T. S. (2024). Dampak permasalahan pinjaman online dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam perjanjian pinjaman. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(19), 477–488.

Lestari, D., & Astuti, R. (2022). Tantangan dan solusi pengawasan OJK terhadap fintech peer-to-peer lending. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 22(4).

March, J. G., & Olsen, J. P. (1989). Rediscovering institutions: The organizational basis of politics.

Marzuki, P. M. (2018). Hukum lembaga negara. Kencana.

MAS (Monetary Authority of Singapore). (2022). Fintech regulatory sandbox guidelines.

Maulina, A., & Theodorus, S. (2025). Kemudahan, risiko dan pengawasan OJK pada P2P lending di Indonesia. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(1), 389–392. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i1.6133

Mutiara, N., Rendy, R. H., & Farahdinny, S. (2025). Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi fintech lending sebagai instrumen ekonomi digital. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 399–407. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.941

Nulqorim, K., & Ansari, T. S. (2024). Dampak permasalahan pinjaman online dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam perjanjian pinjaman. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(19), 477–488.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan OJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

Prabowo, R., & Hafidz, M. (2022). Fragmentasi kewenangan pengawasan layanan fintech lending oleh OJK, BI, dan Kominfo. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(3).

Purba, C. A., Lutfiyatul, I., & Khairunnisa, L. (2025). Peran pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pinjaman online berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. Jurnal ... , 2(6), 236–242.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Ricky Rinaldi, R., & Amin, M. (2024). Kewenangan OJK dalam pengawasan pinjaman online Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Otoritas Jasa Keuangan. Limbago: Journal of Constitutional Law, 4(3), 402–421.

Risdiyanti, P. (2020). Kesiapan OJK dalam menghadapi transformasi digital sektor jasa keuangan. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 24(1).

Santoso, D. (2023). Efektivitas pengawasan OJK terhadap fintech lending di Indonesia. Jurnal Hukum dan Regulasi Keuangan, 5(2).

Tindak, P. S. H. T. P. (2023). Journal of Lex Theory (JLT), 5.

Wico, S., Natalia, F., Bunalven, S. N., & Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara. (2022). Efektivitas Otoritas Jasa Keuangan dalam mengawasi permasalahan praktik pinjaman online ilegal di Indonesia. Lex Jurnalica, 19, 9–22.

Yanto, O. (2018). Analisis efektivitas Peraturan OJK terhadap perlindungan konsumen dalam transaksi pinjaman online (Pinjol). … , 6(1), 108–122.

Downloads

Published

2025-11-22

How to Cite

Anggita Lailatun Ni’mah, Bintang Afifah Nailah, Dyah Hayu Woro, & Aldi Rizal Syahputra. (2025). Problematika Kelembagaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Pengawasan Pinjaman Online dan Layanan Keuangan Digital di Indonesia. Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(4), 130–141. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i4.1252

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.