Pertanggungjawaban Pidana terhadap Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin yang Merusak Infrastruktur Fisik Desa

(Studi di Desa Sebulu Modern Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara)

Authors

  • Adi Budiman Universitas Mulawarman
  • Haris Retno Susmiyati Universitas Mulawarman
  • Orin Gusta Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.62383/pk.v2i4.1195

Keywords:

Community involvement, Criminal Liability, Illegal Mining, Infrastructure Damage, Law enforcement

Abstract

Illegal mining activities in Sebulu District have become a serious issue as they not only violate the law but also cause significant damage to public infrastructure such as village roads, bridges, and drainage systems, which are deteriorating due to heavy trucks transporting mining materials. Although Article 158 of Law Number 3 of 2020 concerning Mineral and Coal Mining stipulates strict sanctions, law enforcement remains weak. The main contributing factors are local community involvement, inadequate supervision by authorities, and social legitimacy that perceives mining as a normal activity. This study aims to analyze criminal liability for illegal mining offenders and to identify its social and environmental impacts in Sebulu District. The research applies a socio-legal approach that combines normative and empirical methods. The normative approach examines applicable legal provisions, while the empirical approach includes field observations, interviews with local officials and residents, and documentation of relevant regulations and events. The findings indicate that the most severe impacts are the deterioration of village roads and bridges and environmental degradation, such as changes in water color in nearby drainage channels. These conditions cause public concern and disrupt daily life. Weak law enforcement allows illegal mining to persist. Therefore, synergy among law enforcers, local government, and communities is needed to strengthen regulation enforcement and develop sustainable economic alternatives.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, O. G., Nilasari, & Eurian, A. A. (2023). Restorative justice in Indonesia corruption crime: A utopia. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 31(1), 77. https://doi.org/10.22219/ljih.v31i1.24247

Aswandi, M. (2022). Peran pemerintah desa dalam penanggulangan tambang ilegal di Kalimantan Timur. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(1), 121–135.

Bahruddin, S. H. (2022). Penerapan hukum lingkungan pada usaha pertambangan mineral dan batu bara (Cet. 1, hlm. 1–2). Yogyakarta: Tanah Air Beta.

Dewi, K. A., & Nurlina. (2022). Tantangan penegakan hukum terhadap pertambangan tanpa izin di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(2), 223–240.

Fadillah, R. (2021). Pertambangan tanpa izin dan akibat hukumnya terhadap kerusakan jalan umum. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(1), 83–97.

Hanafiah, M. (2020). Penegakan hukum terhadap pertambangan tanpa izin di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 249–266.

Hartono, Y. (2021). Karakteristik pertambangan ilegal di kawasan perdesaan. Jurnal Penegakan Hukum, 6(1), 33–47.

Haryanto, D. (2020). Penegakan hukum terhadap penggunaan jalan umum oleh aktivitas tambang ilegal. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 287–302.

Hekara, M. N. N., Nurb, I. T., & Andini, O. G. (2023). Permasalahan hukum seputar penertiban juru parkir tidak resmi di Kota Samarinda. Isihumor: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 206. https://doi.org/10.58540/isihumor.v1i4.432

Hidayat, R. (2020). Penegakan hukum lingkungan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Jurnal RechtsVinding, 9(3), 345–362.

Jurniati, Apriyani, R., & Andini, O. G. (2024). Penegakan hukum terhadap tindak pidana pembakaran rumah di Pelabuhan Kabupaten Penajam Paser Utara. Journal of Law and Nation (JOLN), 3(1), 258.

Nugroho, A. (2020). Tipologi kejahatan pertambangan tanpa izin di Indonesia. Jurnal Kriminologi Indonesia, 17(2), 89–105.

Rofiq, A. (2019). Implementasi hukum pidana terhadap tindak pidana pertambangan ilegal. Jurnal Ilmu Hukum Lex Suprema, 10(1), 45–60.

Santosa, M. A. (2021). Dampak lingkungan tambang ilegal terhadap masyarakat desa. Jurnal Hukum Lingkungan, 91, 17–32.

Santosa, M. A. (2022). Kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menanggulangi pertambangan ilegal. Jurnal Desentralisasi, 201, 33–50.

Soekanto, S. (2008). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2018). Faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum (Cet. 15, hlm. 5). Depok: RajaGrafindo Persada.

Wibowo, D. A. (2020). Perlindungan hukum terhadap desa di Indonesia. Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik, 16(2), 123–135.

Yuliani, D. (2021). Konstruksi sosial dalam legitimasi tambang ilegal oleh masyarakat lokal. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 201–223.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Adi Budiman, Haris Retno Susmiyati, & Orin Gusta. (2025). Pertanggungjawaban Pidana terhadap Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin yang Merusak Infrastruktur Fisik Desa : (Studi di Desa Sebulu Modern Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara). Pemuliaan Keadilan, 2(4), 19–37. https://doi.org/10.62383/pk.v2i4.1195

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.